Jumat, 29 Juni 2018

KONSEP PENDIDIKAN PRENATAL MENURUT M. QURAISH SHIHAB DALAM TAFSIR AL-MISHBAH



Masa prenatal yaitu periode perkembangan manusia yang dimulai dari  pembuahan  sperma  dan  ovum  sampai  masa  kelahiran.  Pendidikan prenatal artinya pendidikan bagi anak yang masih dalam kandungan. Pra artinya sebelum, natal artinya lahir. Jadi, pendidikan sebelum dilahirkan. Adanya  pengaruh  suasana  yang  diberikan  kepada  anak  pada  masa  di kandungan dengan kecerdasan sang anak yang dilahirkan, telah dilakukan penelitian  oleh  berbagai  ilmuan  modern,  diantaranya  seorang  komponis musik    yang    terkenal    yaitu:    Johannes    Chrysostomus    Wolfgangus Theophilus  Mozart,  lebih  dikenal  dengan  Mozart  menghasilkan  musik dengan irama, melodi dan frekuensi-frekuensi tinggi sehingga merangsang dan  memberi  daya  kepada  daerah-daerah  kreatif  dan  motivatif  dalam
otak.[1] Menurut Ibnu Qayyim Al Jauziyyah masa pendidikan prenatal dibagi menjadi empat  masa atau tahapan, yaitu, 1) Menentukan jodoh, 2) menikah, 3) masa kehamilan, 4) proses kelahiran,[2] 

Jumat, 05 Januari 2018

YOUTUBE ANAK, KARTUN EDUKASI, BELAJAR MENGHITUNG ANGKA ARAB LUCU BANGET

http://youtubeanakislami.blogspot.co.id/

http://youtubeanakislami.blogspot.co.id/

http://youtubeanakislami.blogspot.co.id/

http://youtubeanakislami.blogspot.co.id/

http://youtubeanakislami.blogspot.co.id/

http://youtubeanakislami.blogspot.co.id/

YOUTUBE ANAK, KARTUN EDUKASI, BELAJAR MAKAN SENDIRI LUCU BANGET

http://youtubeanakislami.blogspot.co.id/

http://youtubeanakislami.blogspot.co.id/

http://youtubeanakislami.blogspot.co.id/

http://youtubeanakislami.blogspot.co.id/

http://youtubeanakislami.blogspot.co.id/

http://youtubeanakislami.blogspot.co.id/

http://youtubeanakislami.blogspot.co.id/

YOUTUBE ANAK, KARTUN EDUKASI, BELAJAR BAHASA ARAB NAMA HEWAN LUCU BANGET

Sabtu, 23 Februari 2013

METODE PEMBELAJARAN PELAJARAN AQIDAH AKHLAK


  1. Pengertian Aqidah
Secara bahasa aqidah berasal dari kata berarti ikatan dua utas tali dalam satu buku sehingga menjadi tersambung. Sehinggga aqidah menurut “ikatan” atau kata aqad juga berarti janji, kesepakatan 2 orang yang mengadakan perjanjian.
Sedangkan menurut istilah aqidah adalah urusan-urusan yang harus dibenarkan oleh hati dan diterima dengan rsa puas tertanam kuat dalam benak jiwa yang tidak dapat diguncangkan oleh keraguan. Secara harfiah Islam berarti berserah diri atau selamat. Artinya terserah diri untuk patuh dan taat kepada segala aturan Allah (melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya).

Kamis, 31 Januari 2013

CONTOH LAPORAN PERAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) 1 ATAU MICRO TEACHING



Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting dan sangat mendasar bagi kehidupan manusia, karena hanya dengan pendidikanlah manusia dapat menghadapi tantangan dalam kehidupannya.
Pendidikan adalah usaha sadar yang dengan sengaja dirancangkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan tidak hanya diperlukan dan bermanfaat bagi orang perorang secara individu. Tetapi ia memiliki implikasi terhadap masyarakat, bangsa dan Negara.

Jumat, 18 Januari 2013

RPP SKI (PEMIKIRAN MUHAMMAD IQBAL TENTANG DINAMIS)


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan    :  Madrasah Aliyah Negri I Banjarmasin
Mata Pelajaran          :  Sejarah Kebudayaan Islam
Sub Bahan                 :  Pemikiran Muhammad Iqbal Tentang ”Dinamis”
Kelas/Semester          :  XII/ Ganap
Tahun Pelajaran       :  2010/2011
Alokasi Waktu           :  1 x 15 menit
Pertemuan ke            :  5

I.       Standart Kompetensi
II.    Kompetensi Dasar
1.      Menganalisis pemikiran Muhammad Iqbal tentang ” Dinamis”.
III. Indikator
      Setelah materi ini disajikan, maka siswa diharapkan dapat:
1.      Menjelaskan pemikiran Muhammad Iqbal tentang dinamisme.

Rabu, 16 Januari 2013

SILABUS SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (Memahami Perkembangan Islam Pada Masa bani Abbasiyah)


Nama Madrasah          :     MTsN 1 Banjarmasin                                                                     Kelas/Program    : VIII
Mata pelajaran             :     Sejarah Kebudayaan Islam                                                           Semester              :  I (Ganjil)
Standar Kompetensi    :     Memahami Perkembangan                                                           Tahun Pelajaran  : 2009/2010
                                              Islam Pada Masa BaniAbbasiyah

Rabu, 02 Januari 2013

TUJUAN PENDIDIKAN DALAM ISLAM PENDEKATAN TAFSIR AYAT-AYAT AL-QUR'AN


BAB I
PENDAHULUAN

            Agama islam sangat menjunjung tinggi pendidikan, serta tidak membeda-bedakan pendidikan kepada laki-laki maupun pendidikan kepada wanita. Sebagaimana hadits  nabi yang berbunyi.
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةُ عَلَي كُلِّ مُسْلِمٍِ وَ مُسْلِمَةٍِ
Artinya: “menuntut ilmu di wajibkan bagi tiap-tiap orang islam lelaki dan orang islam perempuan”.
Didalam Al-Qur’an juga banyak ayat-ayat yang berhubungan dengan  pendidikan, diantaranya surah Al-Alaq ayat !-5 menjelaskan kewajiban belajar mengajar, begitu juga pada surah Luqman ayat 12-19 yang menjelaskan materi pendidikan.  Dari keterangan hadits dan ayat Al-Quran tersbut dapat kita katakan bahwa didalam islam pendidikan itu sangat penting.
            Dari begitu besarnya perhatian islam terhadap pendidikan, tentu agama islam memiliki tujuan dan alasan tersendiri terhadap permasalahan tersebut. Oleh karena itu, dalam makalah ini kami akan memaparkan tujuan agama islam menyuruh umatnya memperhatikan pendidikan. Dimana di dalam memaparkannya kami mengambil dari tafsir ayat-ayat tentang tujuan pendidikan. Dan kami tidak mengambil dari satu kitab tafsir saja, tapi kami menghubungkan dari beberapa kitab tafsir tersebut.

Senin, 29 Oktober 2012

TAFSIR DAN TAKWIL AL QURAN



A.      Pendahuluan
            Al-Qur'an diturunkan Allah pada bangsa Arab pada watu Nabi Muhammad kira-kira berusia 40 tahun sampai Nabi Muhammad wafat pada usia kira-kira 63 tahun. Sehingga al Qur’an pada masa hidup nabi ini pertama kali diperkenalkan kepada umat manusia, terutama bangsa Arab selama 23 tahun. Pengenalannya pun dengan menggunakan bahasa Arab supaya dapat dipahami dan dimengerti oleh umat manusia yang pertama mengenal, tentang maksud dan substansi al-Quran tersebut, hal ini seagaimana yang tercantum dalam al-Qur’an Surah Fussilat Ayat 3 dan 44, al-Zukhruf ayat 3, Ibrahimayat 4, serta Asy Syu’ara’ ayat 192-195.[1][1]
            Dari abad 6 masehi tersebut sampai sekarang, al-Qur’an tersebut mengenal dan menjadi pedoman umat manusia diseluruh dunia. Dimana perkembangan tersebut berbarengan dengan keadaan umat manusia didunia ini memilki alat komunikasi yang berbeda-beda, begitu juga dengan budaya, fisikologis, pendidikan, dan sosial. Selain itu dengan bertambahnya umur dunia, tidak dapat kita pungkiri bahwa dari bahasa orang Arab sendiri pun juga mengalami perubahan. Sehingga kita tidak bisa menyamakan bahasa Arab sekarang dengan bahasa Arab pada masa sekarang.
            Apalagi kita ketahui bahwa, bangsa Arab yang pertama kali menerima al-Qur’an pada masa Nabi, masih ada dari beberapa ayat yang belum dapat dimengerti. Dari keadaan ini lah, bagaimana umat manusia, baik yang dari bangsa Arab ataupun yang bukan bangsa Arab, pada masa Nabi atau pada masa sekarang harus melakukan penafsiran terhadap al-Quran. Hal ini dilakukan agar maksud dan substansi al-Qur’an dapat ditangkap dengan lebih baik.
Perkembangannya muncullah ilmu tafsir, dimana ilmu tersebutpun terus berkembang. Dan dewasa ini pola interaksi kaum muslim dengan al-Qur'anpun bukan hanya bercorak hudâ'iy, ijtimâ'iy dan ishlâhiy (mencari petunjuk untuk kebahagiaan), tetapi juga 'ilmiy (dalam pengertiannya yang luas mencakup intellectual exercise, tidak hanya mencari pembenaran teori-teori sains dengan landasan ayat suci al-Qur'an). Bahkan cenderung filosofis murni dan tak ada kaitannya dengan misi transformatif yang menjadi ciri utama kehadiran Al-Qur'an di pentas kehidupan manusia.[2][2]

Selasa, 28 Agustus 2012

PENGERTIAN PUSAT SUMBER BELAJAR



A. Pendahuluan
Pada umumnya para ahli pendidik di Indonesia masih kurang memperhatikan peranan sumber belajar dalam meningkatkan prestasi belajar siswa sikap dan presepsi seperti ini kemungkinan besar terjadi karena sudah berpuluh-puluh tahun sistem pendidikan di Indonesia diselenggarakan dengan berbagai kekurangan.
Bicara tentang sumber belajar memang masih belum banyak menarik perhatian, sehigga sebagian besar proses belajar masih dilakukan dengan menggunakan guru sebagai sumber belajar utama. Dilain pihak para guru dan dosen masih enggan untuk memperluas dan meningkatkan cakrawala pengetahuannya dengan cara mencari dan mempelajari sumber belajar yang ada. Sikap seperti ini selalu diamati dan dicontoh oleh para siswa, akibatnya makin lama peran sumber belajar semakin kecil, sedang sumber belajar yang tersedia tidak didesain dan disajikan melalui proses perencanaan dan pembuatan yang baik dan benar ditinjau dari segi

Senin, 13 Agustus 2012

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN KREATIF

Tujuan utama Manajemen Berbasis sekolah (MBS) adalah peningkatan mutu pendidikan. Dengan adanya MBS sekolah dan masyarakat tidak perlu lagi menunggu perintah dan melaksanakan visi tersebut secara mandiri. Tujuan program MBS adalah peningkatan mutu pembelajaran. Program ini terdiri dari tiga pilar yaitu:
  1. Manajemen Sekolah (MBS)
  2. Peran Serta Masyarakat (PSM)
  3. PembelajaranAktif, Kreatif, Inofatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM)

Minggu, 12 Agustus 2012

MEDIA PEMBELAJARAN PAI BERBENTUK OVER HEAD PROYECTOR (OHP)

Penemuan-penemuan baru dalam ilmu dan teknologi telah membawa pengaruh yang sangat besar dalam bidang pendidikan. Perubahan tersebut bukan saja terjadi pada kurikulum, metodologi pengajaran, tetapi juga terjadi dalam bidang administrasi, organisasi, dan personal. Perubahan tersebut merupakan suatu inovasi dalam system pendidikan yang mencakup seluruh komponen yang ada. Untuk diperlukan tenaga pengajar yang handal dan mempunyai kemampuan (capability) yang tinggi dalam melaksanakan proses belajar mengajar.
Sistem pendidikan yang baru menuntut faktor dan kondisi yang baru pula baik yang berkenaan dengan sarana fisik maupun nonfisik. Untuk itu diperlukan tenaga pengajar yang memiliki kemampuan dan kecakapan yang lebih memadai, diperlukan kinerja dan sikap yang baru, peralatan yang lebih lengkap,

Jumat, 10 Agustus 2012

STATUS ULAMA

 
Arti fungsi adalah kegunaan sesuatau dalam rangkaian jabatan atau sistem, dan ada yang memberi arti sama dengan peranan, dalam arti orang atau sesuatu yang menjadi atau melakukan sesuatu tugas atau sistem yang penting, sesuai dengan kedudukannya. Adapula orang yang sering menyamakan antara kata fungsi dam peranan dengan tugas atau kewajiban bila dikaitkan dengan kata yang lain.
Adapun arti tanggung jawab dalam pembicaraan ini tentunya dihubungkan dengan kata ulama adalah sampai dimana atau tugas kewajiban ulama tersebut telah ditunaikan oleh ulama yang bersangkutan didalam rangka melaksanakan kewajiban yang dibebankan kepadanya oleh Allah. Tentu saja tanggung jawab ulama adalah tanggung jawab yang sesuai dengan fungsi atau peranan ulama di dalam melaksanakan segala kewajiban disegala bidang yang menjadi tanggung jawabnya.

Kamis, 09 Agustus 2012

Penjelasan Meteor Dalam Al-Qur'an


1. Al-Hijr         (15)      ayat     18
2. Ash-Shaffat (37)     ayat     10
3. Al-Jin          (72)      ayat     8-9


1.      Surah Al-jin ayat 8-9

وأنا لمسنا السماء فوجد نها ملئت حرسا شديدا وشهابا(8) وأنا كنا نقعد منها مقاعد للسمع فمن يستمع الآن يجد له شهابا رّصدا(9)

Artinya ; “Dan sesungguhnyakami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh penjagaan yang kuat dan panah-panah api (8). Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat dilangit itu mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barang siapa yang (mencoba) mendengar_dengarkan (seperti itu), tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).(9)

Selasa, 22 Mei 2012

MAKALAH TEORI-TEORI KEBENARAN FILSAFAT


Filsafat dapat diartikan dengan (1) pengetahuan tentang hikmah, (2) pengetahuan tentang prinsip, (3) mencari kebenaran, (4) mencari dasar-dasar apa-apa yang di bahas . Pada pengertian nomor tiga yang menyatakan bahwa filsafat itu mencari kebenaran, maka dapat dikatakan bahwa setiap manusia tak lepas dari berfilsafat. Karena nasalah yang selalu menggeluti manusia sepanjang hidup adalah kebenaran.manusia tanpa mengenal letih, berusaha menjangkaunya. Keinginannya ini bisa ditemu, bila manusia mau menelusuri cerita-cerita kepercayaan (agama) maupun sejarah pemikiran (filsafat dan ilmu) manusia.

Sabtu, 19 Mei 2012

RPP AQIDAH AKHLAK "Rasul-rasul Ulul Azmi" dengan contoh Free Test lisan


Satuan Pendidikan    :  Madrasah Tsanawiyah Negri I Banjarmasin
Mata Pelajaran          :  AQIDAH AKHLAK
Sub Bahan                 :  Rasul-rasul Ulul Azmi
Kelas/Semester          :  VIII/ Genap
Tahun Pelajaran       :  2010/2011
Alokasi Waktu           :  1 x 15 menit
Pertemuan ke            :  5

I.       Standart Kompetensi

Selasa, 15 Mei 2012

Contoh Proposal Skripsi "PEMANFAATAN INTERNET SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN PADA MAN 2 MODEL BANJARMASIN"


Pendidikan dalam arti luas adalah segala pengalaman yang dilalui manusia dengan segala lingkungan yang pernah ia alami dan diseluruh umur yang dia miliki serta dalam bentuk interaksi seperti apapun. Karena pada hakekatnya kehidupan itu mengandung unsur pendidikan, karena adanya interaksi dengan lingkungan, baik antara manusia dengan manusia, manusia dengan makhluk ciptaan Allah SWT yang lain maupun manusia dengan sang Kholiq yaitu Allah SWT.
Adapun pendidikan dalam batasan yang sempit adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan di lembaga pendidikan formal. Kemudian pendidikan dalam makna terbatas adalah usaha sabar yang dilakukan oleh keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintah yang dilaksanakan atau diselenggarakan dalam bentuk pendidikan formal (sekolah), non formal (masyarakat) dan informal (keluarga) serta proses pendidikan tersebut dilaksanakan sepanjang hidupnya[1].

Zakat Mal

Zakat mal ialah mengeluarkan sebagian harta kekayaan berupa binatang ternak, hasil tanaman, emas dan perak, harta perdagangan dan kekayaan lain yang diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan beberapa syarat.

Kemurnian dan Kesempurnaan Al-Qur’an

Satuan Pendidikan    :  Madrasah Tsanawiyah Negri I Banjarmasin
Mata Pelajaran          :  QUR’AN HADITS
Sub Bahan                 :  Kemurnian dan Kesempurnaan Al-Qur’an
Kelas/Semester          :  XI/ Ganjil
Tahun Pelajaran       :  2010/2011
Alokasi Waktu           :  1 x 15 menit
Pertemuan ke            :  1

II.    Kompetensi Dasar
III. Indikator
      Setelah materi ini disajikan, maka siswa diharapkan dapat:
1.      Menyebutkan dalil tentang kemurnian dan kesempurnaan Al-Qur’an.
2.      Menjelaskan dalil tentang kemurnian dan kesempurnaan Al-Quran.
IV. Materi Pelajaran (Terlampir)
2.      Penjelasan Ayat.
V.  Metode dan Strategi Pembelajaran
VI. Kegiatan Belajar Mengajar


No

Kegiatan

Metode

Waktu
1
Pembukaan
a.       Salam
b.      Membuka Pelajaran
c.       Absensi
d.      Menuliskan tema yang akan dipelajari
e.       Free Test (lisan)
f.       Guru memberikan penjelasan dan mengulas secara singkat jawaban yang diberikan siswa


1.      Ceramah
2.      Tanya jawab


3 Menit
2
Kegiatan Inti
a.       Menjelaskan materi.
b.      Pilihlah materi belajar yang dapat di pisah menjadi bagian-bagian. b.  Hitunglah jumlah bagian belajar           
     dan jumlah peserta didik.   
c.   Setelah selesai, bentuklah
      Kelompok jigsaw learning.
d.   Mintalah anggota kelompok
      jigsaw untuk mengajarkan
      Materi yang telah dipelajari
      Kepada yang lain
e.   Kumpulkan kembali peserta
      didik kekelas  besar untuk
      memberi ulasan dan sisakan
     pertanyaan guna memastikan
     Pemahaman yang tepat. 













10 Menit
3
Penutup
a.       Guru bersama-sama siswa membuat kesimpulan materi yang telah dipelajari serta menekankan pentingnya pendalaman materi.
b.      Resitasi (penugasan)
c.       Salam



1.    Ceramah



2 Menit

       I.      Alat dan Sumber Belajar
1.      Bahan rujukan
2.      Alat Peraga/ Media
a.        Laptop
b. LCD
1.      Free Test
2.      Resitasi (penugasan)
Banjarmasin, 3 April 2010
Mengetahui                                                              Praktikum
Suvervisor

Drs. H. Samdani, M.Ag                                           Muhammad Za’im







LAMPIRAN

MATERI AJAR
Artinya:
37. Tidaklah mungkin Al Quran ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Quran itu) membenarkan Kitab-Kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam.
38. Atau (patutkah) mereka mengatakan "Muhammad membuat-buatnya." Katakanlah: "(Kalau benar yang kamu katakan itu), Maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar."
     (Menkelaskan)       (Membenarkan)      ( di buat) 
     (Dan ajaklah)       (Tidak ada keraguan padanya)
     (yang dapat di panggil)         (orang-orang yamg benar)
b.  Penjelasan Ayat
      Istilah (Ma Kana) yang secara bahasa di artikan tidak pernah ada atau sering juga diberi arti tidak sepatutnya. Menurut pendapat Imam Thahir ibnu Asyur ungkapan tersebut digunakan untuk menegaskan sesuatu dengan sungguh-sungguh (ta’kid), namun menurut imam Asy-Syafawi ungkapan ma kana digunakan untuk meniadakan adanya kemampuan untuk melakukan sesuatu.
      Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Al-Qur’an itu mempunyai dua fungsi, yaitu:
1.      Membenarkan kitab-kitab sebelumnya yang diturunkan kepada Nabi Daud as, Musa as dan Isa as.
2.      Menjelaskan isi yang terkandung dalam kitab-kitab yang diturunkan Allah, yaitu kitab-kitab yang mengandung hokum-hukum Allah.
      Paling tidak ada tiga aspek Al-Quran yang yang dijadikan bukti kebenaran bahwa seluruh informasi atau petunjuk yang disampaikan adalah benar-benar dari Allah. Ketiga aspek terswbut akan lebih menyakinkan lagi, jika diketahui bahwa Nabi Muhammad bukanlah seorang yang pandai menulis membaca. Oleh karena, secara akal tidak mungkin A-Qur’an yang indah tersebut  dibuat olah orang yang ummi dan hidup ditengah masyarakat yang iummi pula.
      Ketiga aspek tersebut adalah (1) aspek keindahan bahasa dan ketelitian redaksinya. (2) pemberitaan-pemberitaan umat terdahulu/ghaib, seperti fir’aun mengejar Nabi Musa yang dikisahkan dalam surah Yunus (3) Isyarat-isyarat ilmiah Al-Qur’an, misalnya cahaya matahari bersumber dari dirinya sendiri, sedangkan cahaya bulan adalah pantulan (dari cahaya matahari).
      Sebelum ayat ini turun telah ada tantangan sebelumnya yaitu untuk membuat semisal Al-Qur’an tanpa menyebut batasan (nuka Q.S. Thur: 33-34) kemudian datang lagi tantanan yang lebih ringan yaitu cukup membuat sepuluh surat (Q.S. Hud:13) baru kemudian turun tantangan ketiga dengan lebih ringan dari pada sebelumnya. Dan tantangan yang terakhir turun saat Nabi tinggal di madinah yang termaktub dalam surah Al-Baqarah ayat 23-24.

EVALUASI

1.      Free Test (lisan)
a.       !
Jawab :
a.       Daulah Bani Umayyah

2.      Resitasi (penugasan)
a.    Hafallah Q.S Yunus ayat 37-38 beserta artinya!
b.   Cari ayat Al-Qur’an yang menjelaskan “Andaikata jin dan manusia bersatu membuat aAl-Qur’an, mereka pasti tetap tidak dapat membuatnya”!
c.    Simpulkan penjelasan H.M. Quraish Shihab tentang Q.S Yunus ayat 37-38 dalam Tafsir Al-Misbah!  




TUGAS TERSTRUKTUR
RPP PPL 1
SUVERVISOR
Drs. H. SAMDANI, M.Ag




RANCANGAN PELAKSANAAN PENGAJARAN


















Disusun Oleh:

NIM. 0701218057










Dalil Kemurnian dan Kesempurnaan Al-Qur’an (Q.S. Yunus: 37-38)
  
Istilah (Ma Kana) yang secara bahasa di artikan tidak pernah ada atau sering juga diberi arti tidak sepatutnya. Menurut pendapat Imam Thahir ibnu Asyur ungkapan tersebut digunakan untuk menegaskan sesuatu dengan sungguh-sungguh (ta’kid), namun menurut imam Asy-Syafawi ungkapan ma kana digunakan untuk meniadakan adanya kemampuan untuk melakukan sesuatu.

Dalil Kemurnian dan Kesempurnaan Al-Qur’an (Q.S. Yunus: 37-38)
  
Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Al-Qur’an itu mempunyai dua fungsi, yaitu:
3.      Membenarkan kitab-kitab sebelumnya yang diturunkan kepada Nabi Daud as, Musa as dan Isa as.
4.      Menjelaskan isi yang terkandung dalam kitab-kitab yang diturunkan Allah, yaitu kitab-kitab yang mengandung hokum-hukum Allah.

Paling tidak ada tiga aspek Al-Quran yang yang dijadikan bukti kebenaran bahwa seluruh informasi atau petunjuk yang disampaikan adalah benar-benar dari Allah.
Ketiga aspek tersebut adalah (1) aspek keindahan bahasa dan ketelitian redaksinya. (2) pemberitaan-pemberitaan umat terdahulu/ghaib, seperti fir’aun mengejar Nabi Musa yang dikisahkan dalam surah Yunus (3) Isyarat-isyarat ilmiah Al-Qur’an, misalnya cahaya matahari bersumber dari dirinya sendiri, sedangkan cahaya bulan adalah pantulan (dari cahaya matahari).