Jumat, 11 Februari 2011

PROPOSAL SKRIPSI "PEMANFAATAN INTERNET SEBAGAI SUMBER BELAJAR DI MAN 2 MODEL BANJARMASIN"


PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Pendidikan dalam arti luas adalah segala pengalaman yang dilalui manusia dengan segala lingkungan yang pernah ia alami dan diseluruh umur yang dia miliki serta dalam bentuk interaksi seperti apapun. Karena pada hakekatnya kehidupan itu mengandung unsur pendidikan, karena adanya interaksi dengan lingkungan, baik antara manusia dengan manusia, manusia dengan makhluk ciptaan Allah SWT yang lain maupun manusia dengan sang Kholiq yaitu Allah SWT.
Adapun pendidikan dalam batasan yang sempit adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan di lembaga pendidikan formal. Kemudian pendidikan dalam makna terbatas adalah usaha sabar yang dilakukan oleh keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintah yang dilaksanakan atau diselenggarakan dalam bentuk pendidikan formal (sekolah), non formal (masyarakat) dan informal (keluarga) serta proses pendidikan tersebut dilaksanakan sepanjang hidupnya[1].
Manusia memiliki kedudukan sebagai abdullah dan khalifatullah, maka dengan ilmu yang di dapat dari pendidikan dan penglamannya akan menjadikan salah satu faktor manusia tersebut sukses berperan sebagai abdullah dan khalifatullah. Sehingga manusia yang memiliki ilmu dan pengalaman yang banyak sangat dihargai dan diharapkan untuk dapat menjaga keseimbangan kehidupan di dunia dalam bentuk khalifatullah dan menjadi makhluq yang di sayangi sang Khaliq dalam bentuk abdullah.
Al-Quran juga menjelaskan bahwa orang yang mempunyai wawasan ilmu pengetahuan yang didapatkan melalui proses pendidikan mempunyai kedudukan yang tinggi disisi Allah SWT sebagaimana firmannya dalam Al-Qur’an  surah Al-Mujadalah ayat 11 yang berbunyi:

$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#þqãZtB#uä #sŒÎ) Ÿ@ŠÏ% öNä3s9 (#qßs¡¡xÿs? Îû ħÎ=»yfyJø9$# (#qßs|¡øù$$sù Ëx|¡øÿtƒ ª!$# öNä3s9 ( #sŒÎ)ur Ÿ@ŠÏ% (#râà±S$# (#râà±S$$sù Æìsùötƒ ª!$# tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä öNä3ZÏB tûïÏ%©!$#ur (#qè?ré& zOù=Ïèø9$# ;M»y_uyŠ 4 ª!$#ur $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ׎Î7yz ÇÊÊÈ    
Dari ayat di atas sangat jelas sekali terlihat jika orang-orang yang berilmu mendapat kedudukan yang lebih tinggi dari orang-orang yang tidak berilmu. Dari sini dapat di ambil kesimpulan juga bahwa umat islam itu wajib menuntut ilmu atau berpendidikan baik itu laki-laki muslim maupun perempuan muslim.
Di jaman Era globalisasi sekarang ini, pendidikan di Indonesia mendapat perhatian khusus dari pemerintah, berbagai hal dilakukan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia, dari penyediaan fasilitas pendidikan , menyejahterakan  para pendidik dan sampai proses meninggikan standar kelulusan.
Hal ini memang benar sesuai dengan fungsi dan tujuan pendidikan Nasional yang tercantum dalam undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan indonesia sebagai berikut:
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradapan bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan, bertujuan untuk memperkembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab[2].

Dari undang-undang tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa proses pendidikan itu adalah mengembangkan kemampuan peserta didik yang intergal dari potensi spritual keagamaan, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang benar-benar bakat dari peserta didik itu sendiri.
Kemajuan teknologi modern tentu akan mempengaruhi perkembangan di dunia pendidikan, baik yang berkaitan dengan masalah penyelenggaraan pendidikan maupun dari kemudahan dalam mendapatkan sumber-sumber belajar atau pengetahuan. Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pembelajaran pada saat itu. Selain membangkitkan motivasi  dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, dan penyajian data dengan menarik serta terpecaya, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi[3]. Dengan demikian dengan adanya teknologi yang canggih saat ini yaitu internet maka seharusnya tidak ada suatu kesukaran lagi bagi para pendidik atau peserta didik dalam mencari informasi-informasi terbaru tentang pelajaran dan pengetahuan.
Tidak bisa dipungkiri bahwa teknologi benar-benar dapat membuat pendidikan mengalami perubahan yang begitu besar. Teknologi mampu mancari berbagai informasi pengetahuan yang ingin di cari dengan sangat mudah. Menurut Amien Rais dalam bukunya Al-Islam dan Iptek, memahami dan mengembangkan teknologi merupakan suatu anjuran yang tercantum dalam Al-Quran. Seperti dalam surah Yunus ayat 101:
È@è% (#rãÝàR$# #sŒ$tB Îû ÅVºuq»yJ¡¡9$# ÇÚöF{$#ur 4
Namun kenyataannya, para pakar muslim merupakan pakar yang paling sedikit dibandingkan pakar agama lain yang diambil dari data Unisco, 1987. Pakar yang beragama budha (Jepang) 6.500 juta pakar/orang, Nasrani (Francis) 4.500 juta pakar/orang dan yang paling banyak adalah dari agama Yahudi (Israil) dengan 8.000 juta pakar/orang sedangkan yang paling sedikit adalah pakar Muslim (Mesir) dengan 367 juta pakar/orang dibawah Hindu (India) dengan 1.300 juta pakar/orang[4].
Melihat keadaan ini maka seharusnya kita sadari bahwa tidak bisa kesampingkan peran teknologi internet bagi perkembangan masyarakat dan bangsa. Apalagi kita ketahui bahwa didalam pendidikan, salah satu fungsi teknologi internet bagi pendidikan dan pembelajaran adalah mempermudah dan mempercepat dalam mencari sumber pembelajaran serta berfungsi juga sebagai media pembelajaran dalam menghilangkan kendala tempat, karena siswa dapat mempercepat dan mempermudah dalam mengakses materi pelajaran serta siswa dapat belajar walaupun pengajar berada di tempat yang berbeda, sehingga secara tidak langsung akan membantu penggunaan waktu secara efektif dan meringankan beban guru yang bersangkutan.
Dalam buku Gouzali saydam dijelaskan bahwa munculnya teknologi internet diawali oleh suatu proyek yang dilakukan oleh departemen pertahanan Amerika Serikat (DOD – defense of departemen) pada 1969. Ketika itu DOD memberikan semacam pekerjaan kepada kontraktor dan juga Universitas untuk melakukan penelitian dengan dana dari militer Amerika Serikat[5]. Dan pada saat ini teknologi yang mempengaruhi pendidikan yang paling tersohor adalah internet. Teknologi internet telah memperluas jangkauan informasi dan komunikasi yang dilakukan manusia, yang perkembangannya semakin merambah sampai kepelosok-pelosok kota. Dengan demikian informasi dan komunikasi yang dilakukan melalui media internet dewasa ini sudah menjadi produk yang mudah dan murah diproleh, dengan semakin banyaknya didirikan warnet–warnet (warung internet) yang menjual jasa internet.
Sudah seharusnya internet ini di manfaatkan dalam dunia pendidikan, dan dari kenyataan yang ada penulis melihat di MAN 2 Model Banjarmasian, salah satu Madrasah Aliyah terbaik di Kalimantan Selatan, di sini sudah mengembangkan internet dalam pendidikannya. Diantaranya pengetahuan internet ini di sampaikan salah satu mata pelajaran wajib yang ada di sana yaitu mata pelajaran IT ( Informasi Teknologi). Hal ini sangat baik sekali sebagai tanggapan sekolah terhadap perkembangan zaman. Sedangkan untuk fasilitas di MAN 2 Model ini memiliki 3 labotarium Komputer kemudian setiap labotariumnya terdapat 20 komputer dan dari 2 buah labnya sudah tersambung dengan jaringan internet. Sehingga dengan adanya fasilitas 60 komputer tersebut cukup untuk pembelajaran aplikasi-aplikasi yang digunakan pada internet di MAN 2, dan di tambah lagi dengan adanya fasilitas host pot. Tentu fasilitas teknologi internet yang ada di MAN 2 Banjarmasin sudah tidak bisa diragukan lagi.
Namun, disini penulis ingin memberikan gambaran bagaimana pemanfaatan dan penggunaan internet sebagai sumber pembelajaran siswa, sehingga mengefektifkan dan mengefisienkan proses pembelajaran.  Karena yang kadang di temui ada dibeberapa sekolah yang fasilitasnya sangat memadai / lengkap tapi tidak digunakan, kalaupun digunakan tidak maksimal. Apalagi internet merupakan teknologi yang sangat rawan dalam penyalah gunaannya, seperti kemaren di televisi banyak anak hilang karena penyalah gunaan facebook yang merupakan fasilitas yang disediakan internet selain itu ada fasilitas lain yang dapat disalahgunakan untuk membuka bahkan mendownload situs porno. Padahal dari sekolah yang memiliki fasilitas yang mengikuti perkembangan jaman atau modern seharusnya yang memberikan out put berkualitas dan sekolah tersebut dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain yang belum memiliki fasilitas yang memadai. Oleh karena itu sangat penting sekali permasalahan ini untuk diteliti. Agar nanti keberadaan ineternet dalam dunia pendidikan terutama di MAN 2 Model benar-benar memberikan dampak positif bagi kualitas generasi penerus bangsa ini dan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain agar tercapainya tujuan pendidikan secara maksimal .
Berdasarkan gambaran di atas, penulis merasa tertarik untuk mengadakan penelitian dengan mengangkat judul PEMANFAATAN INTERNET SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN PADA MAN 2 MODEL BANJARMASIN.

B.       Definisi Operasional
Untuk menghindari Penafsiran judul skripsi di atas, maka penulis merasa perlu menegaskan difinisi operasional judul, yaitu:
1.      Pemanfaatan
Pemanfaatan berasal dari kata manfaat yang dalam kamus bahasa indonesia memiliki arti ”guna”, jadi pemanfaaatn yaitu penggunaan sesauatu yang dapat memberikan kebaikan. Pemanfaatan yang dimaksud adalah kemampuan mendayagunakan dan mengambil manfaat terhadap internet guna menunjang keberhasilan pembelajaran
2.      Internet
Didalam kamus komputer dan teknologi, internet merupakan singkatan dari Interconection Networking. The network of the networks, diartikan sebagai a global network of computer net works atau sebuah jaringan computer dalam sekala global/mendunia. Jaringan computer ini berskala internasional yang dapat membuat masing-masing computer saling berkomunikasi.  Adapun menurut kamus bahasa Indonesia internet memiliki makna jaringan komunikasi elektronik yang memperhubungkan jaringan-jaringan computer dan fasilitas-fasilitas computer kelembagaan diseluruh dunia. Ineternet berfungsi atau bermanfaat sebagai sumber dan media pembelajaran. Namun dalam penelitian ini lebih mengarah pada pemanfaatan internet sebagai sumber belajar, bukan sebagai media pebelajaran.
3.      Sumber
Kemudian untuk sumber berarti “mata air, asal atau kabar dari” namun dalam penelitian ini makna yang diambil yaitu kabar atau informasi. Informasi-informasi yang mendukung proses belajar mengajar.
4.      Pembelajaran
Dalam kamus besar bahas Indonesia pembelajaran adalah proses cara menjadikan orang atau makhluk hidup belajar[6]. sehingga pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada siswa[7].
5.      MAN 2 Model Banjarmasin
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model Banjarmasin adalah sekolah tingkat menengah sederajat SMU yang berciri khas agama Islam di bawah Departemen Agama, cq Direktorat Jendral Pembinaan Kelembagaan Islam. Madrasah yang berlokasi di jalan Pramuka (jalan tembus terminal km.6) ini telah ditetapkan sebagai salah satu dari beberapa MAN Model di Indonesia.
Jadi maksud judul diatas adalah suatu penelitian tentang pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran dalam bentuk mendownload materi pelajaran, sarana belajar, sumber informasi, mengumpul tugas lewat email oleh siswa-siswa MAN 2 Model Banjarmasin dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

C.    Rumusan Masalah
Agar terarah permasalahan yang diteliti, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1.      Bagaimana pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran pada MAN 2 Model Banjarmasin
2.      Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pemanfaatn internet sebagai sumber pembelajaran siswa di MAN 2 Model Banjarmasin.

D.    Alasan Memilih Judul
Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi sehingga penelitian ini dilakukan, yaitu:
1.      Mengingat signifikansi pemanfaatan internet sebagai sumber belajar dalam peningkatan pembelajaran, sehingga dapat menjadi pelajaran bagaimana pemanfaatan fasilitas internet secara maksimal.
2.      Dengan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran siswa di sekolah ini, sehingga dapat diambil langkah-langkah yang intensif dalam usaha memecahkan problema yang ada.

E.     Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah yang diteliti, maka penelitian ini bertujuan:
1.      Untuk mengetahui pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran pada MAN 2 Model Banjarmasin.
2.      Guna mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran siswa di MAN 2 Model Banjarmasin.

F.     Signifikansi Penelitian
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat:
1.      Sebagai sumbangan pemikiran bagi lembaga pendidikan, dalam peningkatan sumber belajar mengajar sehingga dapat tercapai tujuan yang lebih baik.
2.      untuk menemukan prinsip-prinsip yang berkenaan tentang aspek sumber belajar siswa berkaitan dengan kinerja teknologi dalam memfasilitasi proses belajar mengajar.
3.      Sebagai bahan informasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan dalam ilmu pendidikan, terutama yang berkenaan dengan pemanfaatan internet sebagai sumber belajar siswa.
4.      Sebagai bahan informasi bagi peneliti selanjutnya dalam permasalahan yang serupa untuk mengadakan penelitian yang lebih mendalam.
5.      Untuk memberikan wawasan dan pengetahuan serta pengalaman penulis tentang hubungan antara pemanfaatan internet terhadap pembelajaran siswa.
6.      Penambah khazanah ilmu pengetahuan bagi perpustakaan fakultas tarbiyah dan IAIN Antasari Banjarmasin.

G.    Kajian Pustaka
Berdasarkan dari penelitian Sebagaimana penelitian tentang Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Pembelajaran di SMP Al Muslim Sidoarjo-Jawa Timur oleh Sudirman Siahaan1 dan Rr Martiningsih2 dimana Beberapa simpulan yang dapat dikemukakan dari hasil penelitian ini adalah bahwa (a) seluruh peserta didik (100%) menyatakan bahwa mereka pernah menggunakan internet dalam kegiatan pembelajaran di sekolah sebagai salah satu sumber belajar, (b) alasan peserta didik menyenangi pemanfaatan internet sebagai salah satu sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran di sekolah adalah karena mereka dapat menambah ilmu pengetahuan (87,93%), (c) sebagian besar peserta didik (72,40%) menyatakan kegiatan pembelajaran menjadi sangat menyenangkan dan menarik apabila dilaksanakan dengan menggunakan internet, (d) lebih dari separuh responden (57,63%) menyatakan mereka lebih sering mengakses internet di sekolah karena gratis, dan (e) sebagian besar responden (76,27%) menyatakan mereka mempunyai e-friends yang mereka lakukan melalui situs www.friendster.com[8]. Memperhatikan potensi internet dan dampaknya apabila dimanfaatkan secara terencana dalam kegiatan pembelajaran, maka sudah waktunya dimulai upaya perintisan pemanfaatan internet untuk kepentingan kegiatan pembelajaran di sekolah. Dalam kaitan ini, perlu dilakukan sosialisasi dan penyiapan sekolah, baik yang berkaitan dengan sumber daya manusianya maupun fasilitas atau peralatan yang diperlukan. Pemerintah Kota/Kabupaten disarankan agar mendorong sekolah-sekolah yang telah memiliki kesiapan untuk memulai pemanfaatan internet dalam kegiatan pemblejaran.
Kemudian penelitian yang dilakukan oleh Haris Fazlurrachman, di SMA Negeri 24 Bandung Adapun penggunaan internet sebagai media pembelajaran siswa SMAN 24 Bandung salah satunya dengan diluncurkannya situs pembelajaran online di internet melalui situs resmi www.sman24bdg.com. Melalui website tersebut seluruh siswa serta stackholder dapat menggunakan sarana komunikasi online untuk memenuhi kepentingannya. Situs tersebut mengandung konten atau fasilitas sebagai berikut : - Agenda- Album- Artikel- Info- Berita- Opini Link- Buku Tamu- Forum- E-Learning- Link Blog- Webmaster- Peta Situs( admin sman24bdg.com, 2008 : ) ( curhatpendidikan.blogspot.com ).
Begitu juga penelitian yang dilakukan oleh Abdul Aziz, yang berjudul Pengembangan Pembelajaran Berbantuan Komputer mata pelajaran Fiqih di MTs. Dimana penelitian ini mengginakan penelitian Research and development (R&D) mengacu pada penelitian yang dikembangkan oleh Borg & Gall. Dan dalam model pengembangan media pembelajaran yang dikembangkan oelh Kemp & Dayton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas media pembelajaran bebantuan computer pada mata pelajaran Fiqih termasuk dalam criteria sangant baik dengan rerata skor (dari rentang skor 1-5). Aspek tampilan menunjukkan rerata skor 4,17 dan aspek materi 4,44. Dari aspek motivasi dan manfaat, siswa berpendapat bahwa belajar dengan mnggunakan media pembelajaran berbantuan computer fiqih memudahkan,menyenangkan, menarik, dan bermanfat bagi mreka. Hasil pretest dan posttest yang dilakukan uji coba lapangan menunjukkan adanya peningkatan prestasi siswa yang signifikan antara sebelum dan sesudah menggunakan produk media pembelajaran berbantuan komputersudah layak digunakan sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran Fiqih karena telah sesuai dengan criteria yang telah ditentukan, yaitu jika hasil penilaian hasiluji coba lapangan minimal termasuk dalam criteria baik maka produk pengembangan media yang dikembangkan dapat dikatakan valid sebagai media pembelajaran fiqih. Adpun keterbatsan pengembangan produk pembelajaran berbantuan computer fiqih pada penelitian ini masih terbatas hanya untuk tiga kompetensi dasar, produk yang dikembangkan juga belum maksimal karena keterbatasan pada peneliti seperti waktu, kemampuan, dan dana serta proses validasi produk juga belum dilakukan  secara optimal, karena hanya dilakukan lima tahap dan uji coba lapanagan juga masih dilakukan pada satu lembaga pendidikan[9].
Dan juga berdasarkan penelitian di daerah-daerah yang berkaitan dengan media pembelajaran. Dimana dari beberapa penelitian yang dilakukan Mahasiswa IAIN Antasari di daerah Kalimantan Selatan menunjukkan bahwa kemampuan guru menggunakan media elektronik dan tersedia fasilitas media yang sudah cukup memadai. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Syafi’i di SMK 1 Barabai Kabupaten Hulu Sungai Utara, di dalam penelitiannya ia menggunakan penelitian lapangan (field Research), dimana yang dari penelitian tersebut diketehui bahwa penggunaan media dalam pembelajaran sangat baik (M. Syafi’i, Skripsi: IAIN Antasari).
Serta Berdasarkan data dari penelitian yang dilakukan oleh Rabi’ah di SMP Negeri 2 Lampihong Kab. Balangan bahwa penggunaan media pembelajaran Pendidikan Agama Islam  di sekolah tersebut telah berjalan dengan baik. Hal ini berdasrakan pada beberapa indikator yang meliputi:
a.       Pengetahuan dan keterampilan guru Pendidikan Agama Islam dalam memanfaatkan media pngajaran telah cukup baik dan berjalan secara maksimal.
b.      Kemampuan guru dalam menggunakan media dengan metode dan teknik yang bervariasi telah berjalan cukup baik
c.       Partisipasi siswa dalam proses pembelajaran sebagai implementasi dari efektifitas penggunaan media pengajaran terhadap prestasi belajar siswa adalah partisipasi siswa daam proses belajar mengajar.
            Sedangkan penelitian Astutik Nur Qamariah dengan judul Perilaku Penggunaan Internet pada Kalangan Remaja di Perkotaan dimana Penelitiannya ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan format deskriptif survei dengan sampel 96 orang. Lokasi penelitian dilakukan di SMP dan SMA Surabaya, dengan pemilihan lokasi menggunakan multistage random sampling. ia dapat menyimpulkan tiga hasil temuan penelitian. Pertama, usia responden saat pertama kali mengenal dan menggunakan internet ialah 12 tahun. Rata-rata saat itu mereka telah memasuki kelas VII SMP, dimana tugas-tugas sekolah yang diberikan mulai mengharuskan mereka mencari sumber atau bahan-bahannya di internet sehingga mereka dituntut harus bisa menggunakan internet. Sebagian besar remaja perkotaan dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa teman sebaya (peer groups) dijadikan sebagai sumber belajar pertama kali berinternet bagi mereka. Berdasarkan aspek intensitas penggunaan internet, sebagian besar remaja perkotaan lebih sering mengakses internet di warnet meskipun di sekolah mereka terdapat fasilitas internet yang dapat dimanfaatkan secara free (baik di laboratorium komputer atau perpustakaan sekolah). (palimpsest.fisip.unair.ac.id ).
H.    Sistematika Penulisan
Sistematika dalam penulisan skripsi ini terdiri dari lima (5) bab, yaitu sebagai berikut:
Bab I pendahuluan, yang berisikan latar belakang masalah, rumusan masalah, definisi operasional, alasan memilih judul, tujuan penelitian, signifikansi penelitian, kerangka pemikiran, anggapan  dan hipotesis serta sistematika penulisan.
Bab II tinjauan teoritis, yang berisi Internet, Pembelajaran, serta pemanfatan internet sebagai media dan sumber belajar.
Bab III metode dan jenis penelitian, berisikan pendekatan dan jenis penelitian, subjek dan objek penelitian, populasi dan sampel, data, sumber data, teknik pengumpulan data, Pengolahan Data, Interpretasi Data, dan Analisis Data
Kisi-kisi Data dan Instrumen, dan prosedur penelitian.
            Bab IV laporan hasil penelitian, berisikan gambaran umum lokasi penelitian, penyajian data, dan analisis data.
Bab V  penutup, berisi simpulan dan saran.













METODOLOGI PENELITIAN

A.      Jenis dan Pendekatan Penelitian
Jenis penelitian ini adalah bersifat lapangan (field research) yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif, yakni menyangkut tentang keadaan yang ada di lapangan yang diteliti, diamati dan berdasarkan atas pengamatan yang dilakukan. Pendekatan kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data diskriptif melalui pengungkapan kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang, peristiwa tertentu secara rinci dan mendalam serta prilaku yang diamati.

B.     Desain Penelitian
Penelitian ini didesain dengan menggunakan rancangan penelitian diskriptif kualitatif, dimana yang menjadi fokus perhatian dari desain ini adalah penerangkan tentang keadaan yang ada dilapangan baik yang diteliti, diamati, pengamatan yang dilakukan scara informasi yang didapati dari responden dan informan. .

C.    Subjek dan Obyek Penelitian
1.      Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah para siswa-siswi kelas XI di MAN 2 Model Banjarmasin.
2.      Obyek Penelitian
Yang menjadi objek penelitian ini adalah tentang pemanfaatan internet  sebagai sumber pembelajaran di MAN 2 Model Banjarmasin.
D.    Populasi dan Sampel
  1. Populasi
      Berdasarkan pokok penelitian yang digali dalam penelitian ini, yang menyangkut tentang bagaimana pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran di MAN 2 Model Banjarmasin, maka yang menjadi populasi adalah siswa kelas XI yang memanfaatkan fasilitas internet pada tahun pelajaran 2010/2011 yang berjumlah 219 orang yang berasal dari sebagian siswa MAN 2 Model Banjarmasin.
  1. Sampel
      Dalam penarikan sampel mengenai bagaimana peran internet dalam meningkatkan proses pembelajaran di MAN 2 Model Banjarmasin, penulis menggunakan teknik sample Proportionate Stratified Random Sampling yaitu dengan mengambil 54 dari 219 siswa yang memakai fasilitas internet yang dijadikan sampel karena sejumlah siswa tersebut  penulis merasa sudah cukup untuk mewakili pemanfaatn internet sebagai sumber pembelajaran oleh  seluruh siswa di sekolah tersebut.

E.     Data, Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data
a.       Data
1)      Data tentang pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran siswa, yaitu berupa:
a)      Intensitas siswa-siswi MAN 2 Model Banjarmasin menggunakan Internet
b)      Suka atau tidaknya siswa-siswi MAN 2 Model Banjarmasin membuka internet sebagai sumber pembelajaran
c)      Sering atau tidaknya siswa-siswi MAN 2 Model Banjarmasin membuka internet untuk mendukung kegiatan pembelajaran.
2)      Data tentang faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan fasilitas internet, meliputi:
a)      Latar belakang atau keterampilan siswa-siswi MAN 2 Model Banjarmasin menggunaankan media internet
b)      Jadwal waktu yang sediakan dalam penggunaan fasilitas internet.
c)      Fasilitas internet yang dimilki sekolah.
d)     Fasilitas yang tersedia di dalam internet
b.      Sumber Data
Untuk mendapatkan data-data yang ada kaitannya dengan pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran dan faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran siswa digunakan sumber data yaitu, Responden dimana siswa di MAN 2 Model Banjarmasin yang menjadi responden.
c.       Teknik Pengumpulan Data
Untuk mengumpulkan data-data pada penelitian ini, penulis menggunakan teknik-teknik pengumpulan data sebagai berikut:
a.       Observasi, yaitu penelitian dilakukan secara langsung ke lapangan tentang fasilitas dan pemanfaatan internet  sebagai sumber pembelajaran di MAN 2 Model Banjarmasin.
b.      Wawancara, yaitu wawancara kepada guru guna memperoleh data tentang pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
c.       Angket, yaitu penulis mengajukan sejumlah pertanyaan tertulis kepada seluruh siswa sehubungan dengan data yang diperlukan, yaitu mengenai pemanfaatan internet  sebagai sumber pembelajaran dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Untuk lebih jelasnya mengenai data, sumber data dan teknik pengumpulan data, maka dapat dilihat pada matriks berikut:
MATRIKS
Tabel  Data, Sumber Data dan teknik Pengumpulan Data
No.
Data
Sumber Data
Teknik Pengumpulan Data
1.





Data tentang aktifitas siswa MAN 2 Model Banjarmasin dalam pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran, yang meliputi:
  1. Mendownload sumber belajar yang ada di internet
  2. Pengumpulan tugas-tugas pembelajaran lewat internet.
  3. Intensitas online

  1. Suka tidaknya mencari tugas di internet
  2. Suka tidaknya membaca materi pembelajaran yang ada di internet






Siswa dan Guru
Siswa dan Guru

Siswa dan Guru
Siswa dan Guru
Siswa dan Guru






Angket

Angket

Angket

Angket

Angket


2.
Data tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran oleh siswa MAN 2 Model Banjarmasin yang meliputi 2 faktor:
-          Faktor internal
  1. Minat untuk belajar dengan internet
  2. Persepsi tentang keberadaan internet di MAN 2 model Banjarmasin
-          Faktor eksternal
a.       Kesahihan informasi yang ada di internet
b.      Kondisi lab komputer dan host pot
c.       Sitem pelayanan waktu penggunaan lab komputer
d.      Sistem Penggunaan area host pot

e.       Penggunaan laptop atau notebook
f.       Sarana dan fasilitas


g.      Motivasisi dari guru dan lingkungan






Siswa dan Guru
Siswa dan Guru


Siswa dan Guru
Siswa dan Guru
Siswa, Guru dan pengelola
Siswa, Guru dan pengelola
Siswa dan Guru
Siswa, Guru dan pengelola
Siswa, Guru dan kepala sekolah






Angket dan Observasi

Angket


Angket

Angket, wawancara dan observasi
Angket, dan wawancara

Angket, dan wawancara


Angket, dan wawancara
Angket, wawancara dan observasi

Angket, dan wawancara



F.     Teknik Pengolahan Data, Interpretasi Data dan Analisis Data
  1. Teknik Pengolahan Data
      Untuk mengolah data yang terkumpul, penulis menggunakan berbagai teknik, yaitu:
a.   Editing
Teknik ini digunakan untuk mengecek kembali kelengkapan jawaban yang diberikan oleh responden.
b.  Klasifikasi
        Teknik ini dilakukan dengan cara mengelompokkan masing-masing data sesuai dengan jenis permasalahannya.
c.   Tabulating
        Teknik ini dilakukan dengan membuat data yang telah dihitung ke dalam tabel dengan menngunakan rumus sebagai berikut:
Rumus  F ×100 = P (%)
             N
Keterangan:
P = Persentase yang diperoleh.
F = Frekuensi, jumlah responden yang memberikan salah satu alternatif jawaban.
N = Nilai/ jumlah responden keseluruhan.        
  1. Interpretasi Data
      Interpretasi data dilakukan dengan menggunakan kategori sebagai berikut:
      00  − < 20% = buruk sekali
      20  − < 40% = kurang baik
      40  − < 60% = cukup baik
      60  − < 80% = baik
      80  − 100%  = baik sekali
  1. Analisis Data
      Setelah data disajikan dan diinterpretasikan kemudian diadakan analisis data, dengan demikian pokok permasalahan yang dirumuskan dapat tergambar dengan jelas.
      Metode yang digunakan dalam analisis data ini adalah metode deskriptif kualitatif dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan metode induktif yaitu menggunakan data-data yang bersifat khusus.
G.    Prosedur Penelitian
      Penelitian ini mempunyai beberapa tahapan prosedur yang dilakukan, yaitu:
1.      Tahap Pendahuluan
a)   Penjajakan di lokasi penelitian.
b)   Membuat proposal penelitian.
c)   Mengajukan proposal penelitian.
2.      Tahap Persiapan
a)   Melaksanakan seminar proposal.
b)   Meminta surat perintah riset dari Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin.
c)   Menyampaikan surat perintah riset kepada pihak-pihak yang berwenang.
3.      Tahap Pelaksanaan
a)       Menghubungi responden dan informan untuk menggali data sesuai dengan teknik yang telah ditetapkan.
b)   Pengumpulan data.
c)       Pengolahan dan penganalisisan data.
4.      Tahap Penyusunan Laporan
a)       Penyusunan laporan penelitian dalam bentuk skripsi sambil berkonsultasi dengan dosen pembimbing.
b)       Setelah laporan sempurna dan meminta persetujuan dari dosen pembimbing.
c)       Diperbanyak dan diajukan ke sidang munaqasah skripsi Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari.
DAFTAR PUSTAKA SEMENTARA

Amien Rais, Al-Islam dan Iptek, Jakarta, PT. Raja Grafindopersada, 1998.
Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, Jakarta, PT Raja grafindo Persada, 2007.
Derektorat Jendral pendidikan Islam Departeman Agama Islam RI, Undang-unang dan peraturan pemerintah RI tentang pendidikan, Dirjen Pendidikan Islam RI, Jakarta, 2006.
Gouzali Saydam, Teknologi Komunikasi Perkembangan dan Aplikasi, Bandung, Alfabeta, 2005.
http://www.depdiknas.go.id/publikasi/balitbang/03_2009/j03_10.pdf
Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta, Klam Mulia, 2002.
Volume 4, Nomor 2, desember 2007, Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, Palangkaraya. Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) STAIN Palangkaraya.
Panalina Panen, Belajar dan Pembelajaran 1 Model 1-6, Jakarta, UniversitasTerbuka, 2002.
W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka,2006.


[1] Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Klam Mulia, 2002), h. 17-18
[2] Derektorat Jendral pendidikan Islam Departeman Agama Islam RI, Undang-unang dan peraturan pemerintah RI tentang pendidikan, (Dirjen Pendidikan Islam RI, Jakarta, 2006) h. 8-9
[3] Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta, PT Raja grafindo Persada, 2007), h15-16
[4] Amien Rais, Al-Islam dan Iptek, (Jakarta: PT. Raja Grafindopersada, 1998), h. 217-218
[5] Gouzali Saydam, Teknologi Komunikasi Perkembangan dan Aplikasi, (Bandung: Alfabeta, 2005), h. 359
[6] Departemen Pendidikan dan kebudayaan, Kmus Besar Bahasa Indinesia,disi kedua (Jakarta: Balai Pustaka, 1991) cet. ke-1, h. 14
[7] Panalina Panen, Belajar dan Pembelajaran 1 Model 1-6, (Jakarta: UniversitasTerbuka, 2002), h. 3.
[8] http://www.depdiknas.go.id/publikasi/balitbang/03_2009/j03_10.pdf

[9] Volume 4, Nomor 2, desember 2007, Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, (Palangkaraya: Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) STAIN Palangkaraya)

1 komentar:

  1. skripsinya mana boz???
    jadi pengin tahu nih...
    kalo ada saya minta yah... please...

    fb : albert.satu@yahoo.co.id

    BalasHapus