RSS

Sabtu, 23 Februari 2013

METODE PEMBELAJARAN PELAJARAN AQIDAH AKHLAK


  1. Pengertian Aqidah
Secara bahasa aqidah berasal dari kata berarti ikatan dua utas tali dalam satu buku sehingga menjadi tersambung. Sehinggga aqidah menurut “ikatan” atau kata aqad juga berarti janji, kesepakatan 2 orang yang mengadakan perjanjian.
Sedangkan menurut istilah aqidah adalah urusan-urusan yang harus dibenarkan oleh hati dan diterima dengan rsa puas tertanam kuat dalam benak jiwa yang tidak dapat diguncangkan oleh keraguan. Secara harfiah Islam berarti berserah diri atau selamat. Artinya terserah diri untuk patuh dan taat kepada segala aturan Allah (melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya).
Ada banyak keyakinan (agama) yang dianut manusia. Adapun hanya satu, Islamlah agama yang pantas dijadikan pedoman/peraturan dasar kehidupan kita, sebagaimana firman Allah QS. Ali Imran: 19
¨bÎ) šúïÏe$!$# yYÏã «!$# ÞO»n=óM}$# 3 ….
Artinya: “Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam”. (QS. Ali Imran: 19)
Pada ayat ini (Ali Imran: 19) Allah menerangkan agamanya yang diakui-Nya di sisi-Nya adalah Islam, yaitu agama tauhid, agama yang menegaskan Allah SWT. Esa pada Dzat-Nya, sifat-Nya dan afal-Nya (segala perbuatan-Nya). Sebagaimana agama yang dibawa para nabi terdhulu intinya adalah satu ialah “Islam’ sedangkan syariat pada setiap nabi itu dapat berbeda-beda sesuai dengan tuntunan mereka masing-masing. Agama Islam tinggi dan tidak asa yang lebih tinggi dari pada-Nya[1].
  1. Pengertian Akhlak
Kata “akhlak” berasal dari bahasa Arab, jamak dari khuluqun, خُلُقٌ  yang menurut bahasa bererti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat.
Kata tersebut mengandung segi-segi persesuaian dengan perkataan khalqun خَلْقٌ   yang berarti kejadian, yang juga erat hubungannya dengan    خَالِقٌyang berarti pencipta, demikian pula dengan makhluqun yang berarti yang diciptakan .
Perumusan pengertian akhlak timbul sebagai adanya hubungan baik antara Khaliq dengan makhluq dan antara makhluq dengan makhluq[2].

Jika ingin melakukan sesuatu, tentu kita mempunyai tujuan yang ingin kita capai. Demekian juga ketika kita mempelajari Aqidah Akhlak diharapkan dapat bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Sehingga dapat dapat melaksanakan/mengamalkan dalam kehidupan sehari-sehari.
Adapun tujuan mempelajari aqidah akhlak adalah:
1.      Memupuk dan mengembangkan dasar ketuhanan sejak lahir
Setiap manusia dilahirkan dalam fitrah ber-Tuhan (mengakui Tuhan) dengan naluri dan perasaan, sehingga dalam perjalanannya manusia menacari Tuhan.
2.      Memelihara manusia dari kemusyrikan, Musyrik adalah menyekutukan Allah atau menyepadankan Allah dengan Tuhan  Lain. Aqidah Islam memberikan tuntunan yang jelas kepercayaan terhadap Allah Tuhan Yang Esa.
3.      Menghindarkan diri dari pengaruh akal pikiran yang menyesatkan, yang membedakan manusia dengan makhluk lain adalah akal pikiran pendapat/paham. Hanya didasarkan pada akal pikiran manusia sendiri tanpa dituntun wahyu Aqidah Islam.
4.      Memperoleh kemajuan rohani, dengan ilmu akhlak yang dimilikinya itu dia selalu berusaha memelihara diri supaya senantiasa berada pada garis akhlak yang mulia dan menjauhi segala bentukakhlak yang tercela.
5.      Sebagai penuntun kebaikan, Rasulullah saw. sebagai teladan utama, karena beliau mengetahui akhlak mulia yang menjadi penuntun kebaikan manusia.
6.      Memperoleh kesempurnaan Iman, Iman yang sempurna akan melahirkan akhlak. Untuk menyempurnakan iman, haruslah mempelajari ilmunya.
7.      Memperole keutamaan dihari akhir, orang-orang yang berakhlak mulia, akan menempuh kedudukan yang terhormat dihari kiamat.
Menurut Barmawi Umary (1984) bahwa tujuan pengajaran akhlak secara umum meliputi:
a.       Supaya dapat terbiasa melakukan yang baik, indah, mulia, teerpuji serta menghindari yang buruk, jelek, hina, tercela.
b.      Supaya perhubungan kita dengan Allah SWT dan sesame makhluk selalu terpelihara dengan baik dan harmonis.
Sedangkan menurut Prof, DR. Hamka (1976) mengungkapkan bahwa yang menjadi tujuan dalam pengajaran akhlak adalah inngin mencapai setinggi-tinggi budi pekerti dan akhlak. Menurut Ali Hasan 1988 bahwa tujuan pokok akhlak agar setiap orang berbudi (berakhlak), bertingkah laku (tabiat), berangai atau beristiadat yang baik/yang sesuai dengan ajaran Islam.
Adapun  secara spesifik pengajaran akhlak memiliki tujuan secara khusus:
a.       Menumbuhkan pembentukan kebiasaan berakhlak mulia dan beradat kebiasaan yang baik.
b.      Memantapkan rasa keagamaan kepada siswa, membiasakan diri berpegang pada akhlak mulia dan membenci akhlak yang rendah.
c.       Membiasaka siswa bersikap rela, optimis percaya diri, menguasai emosi, tahan menderita dan sabar.
d.      Membimbing siwa kearah sikap yang sehat dan dapat membantu mereka berinteraksi sosisal yang baik, mencintai kebaikan orang lain, suka menolong , saying kepada yang lemah dam menghargai orang lain.me
e.       Membiasakan siswa bersopan santun dalam berbicara dan bergaul baik disekolah maupun diluar sekolah.



C.    KIsi-kisi Materi Aqidah Akhlak di MTs
Kls
Smt
Materi
Metode
VII 
I

BAB I AQIDAH ISLAM
A.    Pengertian, dasar, dan tujuan aqidah islam



A.    Sifat-Sifat Wajib Bagi Allah
B.     Sifat-Sifat Mustahil Bagi Allah
C.     Sifat-Sifat Jaiz Bagi Allah






A.    Makna sifat mustahil bagi allah
B.     Ciri-ciri orang yang beriman terhadap sifat mustahil bagi Allah



Bab V  Sifat Jaiz Bagi Allah Swt
A.    Pengertian Sifat Jaiz Allah
B.     Ciri-Ciri Orang Yang Beriman Terhadap Sifat Jaiz Allah



BAB VI  AKHLALK TERPUJI KEPADA ALLAH
A.    Tauhid
B.     Ikhlas
C.     Taat
D.    Khauf
E.     Tobat dan nadam






II

BAB VII  ASMAUL HUSNA
A.    Al-aziz
B.     Al-gaffar
C.     Al-fattah
D.    Al-basit
E.     Al-adl
F.      Al-gafur
G.    Al-qayyum
H.    Al-barru
I.       Ar-ra’uf
J.       An-nafi’



BAB VIII  IMAN KEPDA MALAIKAT
A.    Pengertian iman kepada malaikat
B.     Nam-nama dan tugas malaikat
C.     Hikmah beriman kepada malaikat



BAB IX  MAKHLUK GAIB SELAIN MALAIKAT
A.    Alam jasmani dan alam rohani
B.     Jin kafir dan jin islam
C.     Iblis/setan



BAB X   AKHLAK TERCELA KEPADA ALLAH
A.    Riya
B.     Kufur
C.     Syirik
D.    Hifaq





VIII
1
BAB I IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH (1)
A.    Pengertian iman kepada kitab-kitab Allah  swt
B.     Pengertian kitab dan suhuf
C.     Nama-nama kitab allah yang diturunkan kepada utusannya
D.    Kitab yang diturunkan kepada nabi Musa as
E.     Kitab yang diturunkan kepada nabi Dawud as
F.      Kitab yang diturunkan kepada nabi Isa as
G.    Kitab yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw



BAB II  IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH  (2)
A.    Pengertian dan nama-nama lain al-qut’an
B.     Fungsi dan hikmah diturunkan alqur’an
C.     Pokok-pokok isi kandungan al-qur’an
D.    Keistimewaan al-qur’an



BAB III  AKHLAK TERPUJI KEPADA DIRI SENDIRI
A.    Tawakal
B.     Ikhtiar
C.     Sabar
D.    Syukur
E.     Qana’ah



BAB IV   AKHLAK TERCELA TERHADAP DIRI SENDIRI
A.    Ananiah
B.     Putus asa
C.     Gadab
D.    Tamak
E.     Takabur






II
BAB V  IMAN KEPADA RASUL-RASUL ALLAH
A.    Pengertian iaman kepada rasul-rasul Allah
B.     Nama-nama rasul yang wajib diketahui
C.     Pengertian sifat-sifat rasul
D.    Pengertian sifat wajib bagi rasul
E.     Pengertian sifat mustahil bagi rasul
F.      Penegertian sifat jaiz bagi rasul



BAB VI  MUKJIZAT ALLAH
A.    Pengertian dan macam-macam mukjizat Allah
B.     Kejadian-kejadian luar biasa selain mukjizat
C.     Perbedaan dan persamaan antara mukjizat, karomah, ma’unah dan irhas



BAB VII  AKHLAK TERPUJI KEPADA SESAMA
A.    Husnuz-zan
B.     Tawadu
C.     Tasamuh
D.    Ta’wun



BAB VIII   AKHLAK TERCELA KEPADA SESAMA
A.    Hasad
B.     Dendam
C.     Gibah
D.    Fitnah
E.     Namimah

IX
I
BAB I IMAN KEPADA HARI AKHIR
A.    Pengertian beriman kepada hari akhir
B.     Peristiwa hari akhir
C.     Nama-nama hari akhir
D.    Tanda-tanda hari akhir
E.     Dalil yang berkenaan dengan iman pada hari akhir
F.      Hikmah beriman kepada hari akhir



BAB II ALAM GAIB YANG BERHUBUNGAN DENGAN HARI AKHIR
A.    Alam barzah
B.     Ba’as
C.     Mahsyar
D.    Hisab
E.     Mizan
F.      Surga dan neraka



BAB III AKHLAK TERPUJI KEPADA DIRI SENDIRI
A.    Berilmu
B.     Kerja keras
C.     Kreatif
D.    Produktif






II
BAB IV   IMAN KEPADA QADHA DAN QADAR
A.    Qadha dan qadar
B.     Hubungan antara qadha dan qadar dengan ikhtiar
C.     Contoh qadha dan qadar dalam kehidupan sehari-hari
D.    Hikmah beriman kepada qadha dan qadar



BAB V   AKHLAK TERPUJI  DALAM PERGAULAN REMAJA
A.    Pengertian akhlak terpuji dalam pergaulan remaja
B.     Karakteristik remaja
C.     Contoh prilaku terpuji dalam pergaulan remaja
D.    Contoh prilaku tercela dalam pergaulan remaja






D.  Metode Mengajar Aqidah Akhlak
Setiap pengajaran diperlukan metode-metode agar tujuan pendidikan dapat dicapai dengan baik. Dalam hal ini metode pengajaran aqidah akhlak kami bagi menjadi dua bagian. Bagian pertama membahas metode pengajajaran aqidah dan bagian kedua membahas metode pengajaran akhlak.
1.      Metode pengajaran aqidah
Metode pengajaran aqidah islam itu banyak antara lain:
a.       Metode bercerita dicantumkan sebagai alternative pada hampir semua pokok bahasan, karena selain aspek kognitif, tujuan bidang studi ini adalah aspek afektif yang secara garis besar berupa tertanamnya akidah islam dan pengalamannya dalam kehidupan sehari-hari yang memiliki nilai-nilai akhlak yang mulia. Seperti contoh: kisah luqman al Hakim dengan putranya, dimana seorang ayah mengajarkan akidah islamiyah kepada putranya dengan bersyukur kepada Allah SWT, jangan syirik (menyekutukan) Allah SWT dan bersyukur kepada ayah dan ibu dengan berbakti atau tawadlu’ kepada kedua orang tuanya.
b.      Metode ceramah merupakan metode mauidhoh hasanah denagan bilisan agar dapat menerima nasehat-nasehat/pendidikan yang. Seperti yang dilakukan nabi Muhammad SAW kepada umatnya yaitu untuk beriman kepada Allah dan Rasulullah SAW
c.       Metode Tanya jawab bertujuan agar anak didik memiliki kemampuan berfikir dan dapat mengembangkan pengetahuan yang berpangkal pada kecerdasan otak dan intelktualitas. Ini merupakan tujuan dalam aspek kognitif. Didalam pengjaran aqidah islamiah dapat dicontohkan, sperti: dialog/Tanya jawab antara nabi Ibrahin as dengan umatnya. Dengan cara sperti itu akan menghasilkan nilai-nilai yang berhubungan tingkah laku. Dengan partisifasi aktif seseorang akan dapat menilali yang baik dan yang buruk dan kemudian dapat mengambil manfaat didalam kehidupan sehari-hari yang dapat mendatangkan kebaikan atau kebahagiaan.
d.      Metode sosiodrama, digunakan dalam pokok bahasan:
1)      Adat disekolah, mengujungi orang sakit, ta’ziyah dan jiarah kubur.
2)      Kisah siti Mashitoh, Abu bakar assidiq, Umar bin khatab, Bilal bin Rabbah dan lain sebagainya.
e.       Metode demonstarasi, dipergunakan dalam pokok bahasan:
1)      Sifat-sifat Allah, sifat-sifat Rasulullah.
2)      Akhlak terpuji, akhlak tercela dan sebagainya.
f.       Metode bermain peran, dipergunakan dalam pokok bahasan
1)      Berbakti kepada ayah dan ibu.
2)      Adab makan dan minum.
3)      Adab kepada guru, orang yang tua, teman dan sebagainya.

Adapun menurut Prof. Dr. Hamka. Mtode pengajaran akhlak ialah:
a.       Metode alami .
Metode alami ini adalah suatu metode dimana akhlak yang baik diperoleh bukan melalui didikan, pengalaman, atau latihan, tetapi diperoleh melalui instink atau naluri yang dimilikinya secara alami. Meskipun demikian metode ini tidak dapat diharapkan secara pasti tanpa adanya metode atau factor lain yang mendukung seperti pendidikan, pengalaman, latihan dan lain sebagainya. Metode ini cukkup efektif untuk menanamkan kebaikan kepada anak karena pada dasarnya manusia mempunyai potensi untuk berbuat kabaikan tinggal bagaimana memelihara dan menjaganya.
b.      Metode mujahadah dan riadhoh.
Orang yang ingin dirinya jadi penyantun maka jalannya dengan membiasakan ber sedekah sehingga menjadi tabiat yang mudah mengerjakannya dan tidak merasa berat lagi. Mujahadah atau perjuangan yang dilakukan guru menghasilkan kebiasaan-kebiasaan baik memang pada awalnya cukup berat, namun apabila manusia berniat sungguh-sungguh pasti menjadi suatu kebiasaan. Mmetode ini sangat tepat untuk mengajarkan tingkah laku dan berbuat baik lainnya, agar anak didik mempunyai kebiasaan berbuat baik sehingga menjadi akhlak baginya,walaupun dengan usaha yang keras dan melalui perjuangan dan usaha yang sungguh-sungguh. Oleh karena itu guru harus memberikan bimbingan yan continu kepada anak didiknya, agar tujuan pengajaran akhlak ini dapat tercapai secara optimal dengan melaksanakan program-program pengajaran yang telah ditetapkan.
c.       Metode teladan.
Metode teladan ini memberkan kesan atau pengaruh atas tingkah laku perbuatan manusia. Sebagaimana dikatakan Hamka (1984) bahwa: “alat dakwah yang sangat utama adalah akhlaki” metode ini sangat efektif untuk mengajarkan akhlak, maka seyogyanya guru menjadi ikutan utama bagi murid-murid dalam segala hal. Jadi metode ini harus diterapkan seorang guru jika tujuan pengajaran hendak dicapai.


4 komentar: