Sabtu, 19 Februari 2011

DESAIN PROPOSAL SUVERVISI PENDIDIKAN



Detain Penelitian Supervisi Pendidikan
Dosen Pengasuh        :  Drs. H. Sarkati

PERAN MANAJEMEN KEPALA MADRASAH    
PADA MTsN 2 GAMBUT



Oleh  :

MUHAMMAD ZAIM                      :  0701218057
MUHAMMAD UNTUNG               :  0701218056
KAHARUDDIN EKA PUTRA       :  0701218042


INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI
FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
BANJARMASIN
2010
OUT LINE SEMENTARA

HALAMAN JUDUL
DAFTAR ISI

BAB I             PENDAHULUAN    
A.       Latar Belakang Masalah
B.       Penegasan Judul
C.       Rumusan Masalah
D.       Tujuan Penelitian

BAB II                        KAJIAN PUSTAKA
A.      Planning
B.       Organizing
C.       Actuiting
D.       Controling

BAB II            I           METODOLOGI PENELITAIN
A.      Subyek dan Obyek Penelitian
B.       Teknik Pengumpulan Data

BAB IV          LAPORAN HASIL PENELITIAN

BAB V            SIMPULAN

LAMPIRAN-LAMPIRAN
DAFTAR PUSTAKA




BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Pendidikan dalam arti luas adalah segala pengalaman belajar yang dilalui peserta didik dengan segala lingkungan dan dan dijalani diseluruh umur yang dia miliki. Pada hakekatnya kehidupan itu mengandung unsur pendidikan karena adanya interaksi dengan lingkungan, baik antara manusia dengan manusia, manusia dengan makhluk ciptaan Allah SWT mupun manusia dengan sang kholiq yaitu Allah SWT.
Namun jika pendidikan dalam makna luas terbatas adalah usaha sabar yang dilakukan oleh keluarga, madrasah, masyarakat dan pemerintah yang dilaksanakan atau diselenggarakan dalam benuk pendidikan formal (madrasah), non formal (masyarakat ) dan informal (keluarga) serta proses pendidikan tersebut dilaksanakan sepanjang hidupnya[1].
Al-Quran juga menjelaskan bahwa orang yang mempunyai wawasan ilmu pengetahuan yang didapatkan melalui proses pendidikan mempunyai kedudukan yang tinggi disisi Allah SWT sebagaimana firmannya dalam Al-Quran  surah Al-Mujadilah ayat 11 yang berbunyi:
$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#þqãZtB#uä #sŒÎ) Ÿ@ŠÏ% öNä3s9 (#qßs¡¡xÿs? Îû ħÎ=»yfyJø9$# (#qßs|¡øù$$sù Ëx|¡øÿtƒ ª!$# öNä3s9 ( #sŒÎ)ur Ÿ@ŠÏ% (#râà±S$# (#râà±S$$sù Æìsùötƒ ª!$# tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä öNä3ZÏB tûïÏ%©!$#ur (#qè?ré& zOù=Ïèø9$# ;M»y_uyŠ 4 ª!$#ur $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ׎Î7yz ÇÊÊÈ
Dari ayat di atas sangat jelas sekali terlihat jika orang-orang yang berilmu mendapat kedudukan yang lebih tinggi dari oarang-orang yang berilmu. Di sini dapat kita ambil kesimpulan bahwa umat islam itu wajib menuntut ilmu atau berpendidikan baik itu laki-laki muslim maupun perempuan muslim.
Di zaman era globalisasi sekarang ini, pendidikan di Indonesia mendapat perhatian khusus dari pemerintah, berbagai hal dilakukan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia, dari penyediaan fasilitas pendidikan , menyejahterakan  para pendidik dan sampai proses meninggikan standar kelulusan.
Hal ini memang benar sesuai dengan fungsi dan tujuan pendidikan Nasional yang tercantum dalam undang-unang ribupbil Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan indonesia sebagai berikut:
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradapan bangsa yang bermartabat dlam rangka mencerdaskan kehidupan, bertujuan untuk memperkembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertgung jawab[2].
Dari undang-undang tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa proses pendidikan itu adalah mengembangkan kemampuan peserta didik yang intergal dari potensi spritual keagamaan, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang benar-benar bakat dari peserta didik itu sendiri.

Sehubungan dengan itulah bahwa pelaksanaan fungsi manajemen madrasah sangat juga diperlukan bagi tercapainya tujuan madrasah. Dalam melihat madrasah itu sebagai sesuatu system kita harus melihat masukannya itu bahan mentah yang berasal dari luar system (lingkungan) yang akan diolah oleh system.
Salah satu factor yang menjadi kendala dalam penguatan kualitas pendidikan dimadrasah adalah komponen yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dati proses pendidikan secara keseluruhan, oleh sebab itu tanpa manajemen (penegelolaan) madrasah yang baik, maka tidak mencapai tujuan pendidikan secara optimal, efektif dan efisien. Semua harus dikordinasikan dengan baik oleh kepala madrasah serta tenaga pengajar lainnya agar tercapainya tujuan pendidikan baik tujuan intruksional, kurikulum, dan tujuan instutisional.
Pelaksanaan manajemen madrasah yang efektif dan efesien menuntut dilaksanakannya kelima fungsi yaitu perencanaan pengorganisasian, penggerakan serta pengawasan secara terpadu dan kelompok dalam pengolalaan bidang-bidang kegiatan manajemen pendididkan. Dalam Al-Quran surah As-Sajadah ayat 5 Allah SWT Berfirman:
ãÎn/yムtøBF{$# šÆÏB Ïä!$yJ¡¡9$# n<Î) ÇÚöF{$# ¢OèO ßlã÷ètƒ Ïmøs9Î) Îû 5Qöqtƒ tb%x. ÿ¼çnâ#yø)ÏB y#ø9r& 7puZy $£JÏiB tbrãès? ÇÎÈ  
Ayat di atas menerangkan bahwa Allah swt., menciptakan alam semesta dalam keadaan teratur, tidak  ada cacat dan kekacauan sedikitpun padanya. Pada ayat Al-Qur’an di atas dapatlah menjadi cerminan bahwa manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya dalam menjalankan pekerjaannya juga harus senantiasa teratur dan rapi, sehingga pekerjaan dapat berjalan baik dan lancar.
            Kaitannya dengan manajemen disini adalah adalah bagaimana pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien, maka perlu adanya kegiatan yang dapat mengarahakan, mengatur, menggerakkan dan juga mengendalikan pada setiap tindakan kearah tujuan yang diinginkan, salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pelaksanaan manajemen madrasah secara terencana untuk mencapai tujuan penelitian. Tanpa manajemen yang baik sulit kiranya bagi madrasah dalma melaksanakan fungsinya.
            Sebaliknya apabila manajemennya dapat berjalan dengan baik, maka pelaksanaan pendidikannyapun akan berjalan dengan baik, sehingga diharapkan tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik pula. Tanpa manajemen yang baik, sulit kiranya bagi madrasah khususnya bagi MTsN agar berjalan lancara menuju kearah tujuan pendidikan serta pengajaran yang seharunya dicapai pada madrasah itu. Banyak sekali peristiwa dan kesulitan serta hambatan yang mungkin terjadi tanpa diduga-duga sebelumnya yang mengharuskan guru-guru dan kepala madrasah serta tenaga kependidikan lainnya memikul tanggung jawab dalam mengambil kebijaksanaan dalam hal pengambilan keputusan.
Secara umum, dunia manajemen menggunakan prinsip POAC. atau Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling. Oleh karena, seharusnya dalam madrasah tersebut dapat menggunakan menejemnen ini agar terbentuk menejemen yang efektif dan efesien.
            Berdasarkan gambaran di atas, penulis merasa tertarik untuk mengadakan penelitian dengan mengangkat judul PERAN MANAJEMEN KEPALA MADRASAH PADA MTsN 2 GAMBUT.

B.     PENEGASAN JUDUL
Untuk memperjelas judul dalam penelitian ini, penulis perlu memberikan penegasan terhadap judul di atas agar tidak terjadi kesalahpahaman dan salah pengertian, serta lebih mengoperasionalkan pada permasalahan yang digali dalam penelitian ini, yaitu :
Manajemen adalah suatu proses pendayagunaan segala sumber daya dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan. Pendayagunaan itu melalui tahapan proses yang meliputi, perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan.
Dengan demikian pembahasan ini dibatasi pada fungsi dari manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan. Yang ada di madrasah sebagai salah satu lembaga pendidikan dari fugsi itulah yang penulis akan teliti lebih jauh bagaimana fungsi madrasah dengan mengambil lokasi pada MTsN 2 Gambut.

C.    RUMUSAN MASALAH
Hal-hal yang menjadi pokok permasalahan ini dalam penilitian dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.        Bagaimana fungsi manajemen Kepala madrasah pada MTsN 2 Gambut dan fakto-faktor apa saja yang mempengaru fungsi manajemen di MTsN Gambut.

D.    TUJUAN PENELITIAN
Tujuan yang dicapai dalam  penelitian ini adalah:
1.      Untuk mengetahui fungsi manajemen pada MTsN 2 Gambut
2.      Untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi terhadap pelaksanaan fungsi manajemen pada MTsN 2 Gambut.


























BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Menejemen dapat didevinisikan sebagai “kemampuan atau keterampilan auntuk mengelola suatu hasil dalam rangka pencapain tujuan “ (Sonda P. Siagian, 1978, Halaman 5)
Dalam “Encylopedia of the Social Science” didefinisikan bahwa menejemen adalah: “proses dengan mana pelaksanaan daripada suatu tujuan tertentu (yang) diselenggarakan dan diawasi”[3]
Secara Terry, dunia manajemen menggunakan prinsip POAC. atau Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling. Prinsip manajemen ini banyak digunakan oleh organisasi dewasa ini untuk memajukan dan mengelola organisasi mereka. Berikut akan kami jelaskan masing masing point tersebut :

A.    PLANNING
            Dalam perencanaan ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Yaitu harus SMART yaitu Specific artinya perencanaan harus jelas maksud maupun ruang lingkupnya. Tidak terlalu melebar dan terlalu idealis. Measurable artinya program kerja atau rencana harus dapat diukur tingkat keberhasilannya. Achievable artinya dapat dicapai. Jadi bukan anggan-angan. Realistic artinya sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang ada. Tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Tapi tetap ada tantangan. Time artinya ada batas waktu yang jelas. Mingguan, bulanan, triwulan, semesteran atau tahunan. Sehingga mudah dinilai dan dievaluasi. Sebagaimana firman Allah yang artinya,
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).”. (Al Anfaal ayat 60)
Perencanaan seyogyanya melibatkan seluruh komponen organisasi yang terkait dan melibatkan stake holder (legislatif, kalangan dunia usaha/industri, Dewan Pendidikan) duduk bersama dalam meja bundar guna merumuskan permasalahan yang dihadapi, menetapkan tujuan dan sasaran (komitmen) dan rencana pelaksanaan termasuk didalamnya adalah perencanaan penganggaran (konsensus). Konsensus yang telah ditetapkan harus dipublikasikan secara terbuka. Konsensus tersebut berupa dokumen perencanaan pendidikan daerah yang merupakan Dokumen Rencana Induk Pengembangan Pendidikan Kabupaten.
  1. Pengertian Program Tahunan
Program Tahunan merupakan program umum setiap mata peljaran untuk setiap kelas, berisi tentang tentang garis-garis besar yang hendak dicapai dalam satu tahun dan dikembangkan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan. Program ini perlu dipersiapkan dan dikemgankan oleh guru sebelum tahun pelajaran dimulai, karena merupakan pedoman bagi pengembangan program-program berikutnya, yakni program semester, program mingguan dan harian serta pembuatan semester, program mingguan dan harian serta pembuatan silabus dan system penilaian. Komponen program semester meliputi: identifikasi (satuan pendidikan, mata pelajaran, tahun pelajaran), standar kompetensi, kompetensi dasar, alokasi waktu dan keterangan.
  1. Pengertian Program Semester
Program semester berisikan garis-garis mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam satu semester. Program semester ini merupakan penjabaran dari program tahunan. Pada umumnya program semester ini berisikan tentang identifikasi (satuan pendidikan, mata pelajaran, semester, tahun pelajaran), bulan,. Standar kompetensi dan materi pokok yang hendak disampaikan, waktu yang direncanakan dan keterangan-keterangan.
                       
Langkah-langkah Pembuatan Program Semester dan Program Tahunan
  1. Analisis Terhadap Kalender Pendidikan
Kalender pendidikan adalah suatu daftar tanggal berdasarkan perhitungan tahun masehi selama satu tahun yang di dalamnya memuat tentang permulaan dan akhir tahun pelajaran hari-hari efektif belajar dan pelaksanaan kegiatan belajar, evaluasi belajar serta hari-hari libur dan tidak efektif belajar.
Dalam penyusunan kalender pendidikan selama satu tahun pelajaran mengacu pada efisiensi, efektivitas dan hak-hak peserta didik. Dalam kalender pendidikan dapat kita lihat berapa jam waktu efektif yang dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran, termasuk waktu libur dan lain-lain.
Kalender pendidikan dibuat oleh instansi yang terkait seperti Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Agama, Dinas Pendidikan Provinsi atau Kanwil Departemen agama untuk dipedomani dan dilaksanakan di sekolah masing-masing dengan tidak mengesampingkan adanya modifikasi oleh pihak sekolah dalam batas-batas tertentu.
Kalender pendidikan perlu disusundan dibuat untuk dilaksanakan, karena memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:
a. Mendorong efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran di Sekolah/Madrasah.
b.Menyerasikan ketentuan mengenai hari efektif dan hari libur sekolah/madrasah.
c. Pedoman dalam menyusun program kegiatan pembelajaran di Sekolah.
d.                  Pedoman bagi guru untuk menyusun program tahunan, program semester serta membuat silabus dan satuan acara pembelajaran.
Beberapa komponen kalender pendidikan yang harus diperhatikan dalam pembutan progam tahunan dan semester yatu:
a. Permulaan dan Akhir Tahun Pelajaran
1)      Peneriman siswa Baru
      Penerimaan siswa baru untujk sekolah-sekolah negeri biasanya dilakukan antara bulan mei sampai bulan juli setiap tahun, sedangkan untuk sekolah swasta disesuaikan dengan kebijakan masing-masing dengan tetap mengingat dan berpatokan pada batas akhir penerimaan siswa baru.
2)      Kegiatan hari-hari Pertama masuk Sekolah
      Kegiatan hari pertama masuk sekolah dilaksanakan pada hari senin pertengahan bulan Juli. Pada hari-hari pertama masuk kegiatan pembelajaran untuk mereka yang naik kelas proses belajar mengajar berjalan seperti biasanya, sedangkan untuk siswa baru di SMP/MTs dan SMA/MA diadakan kegiatan orientasi bagi siswa baru yang dipandu oleh dewan guru dan dibantu oleh OSIS yang dilaksanakna selama tiga hari atau lebih, atau untuk sekolah model dan sekolah unggulan kegiatan orientasi bisa dilaksanakan sebelum hari pertama masuk kegiatan belajar efektif dilaksanakan.
3)      Kegiatan Belajar Mengajar
      Kegiatan Belajar mengajar dilaksanakan pada hari senin pertengahan bulan Juli disesuaikan dengan tahun akademik berjalan. Sebelum permulaan tahun pelajaran Kepala Madrasah dan guru berkewajiban.
a)      Kepala Sekolah/kepala madrasah
Ø  Membuat Kalender pendidikan Sekolah/Madrasah
Ø  membuat program tahunan, program semester, program caturwulan, program bulanan dan program mingguan.
Ø  membuat Rencana AnggaranPendapatan dan Belanja skolah/Madrasah (RAPBS/RAPBM).
Ø  Membuat Program kegiatan belajar mengajar
Ø  Membuat Program supervise
Ø  dan sebagainya
b)      Guru
Ø  Membuat program tahunan, program semester, program caturwulan, program bulanan dan program mingguan dan program harian atau silabus.
Ø  Membuat analisis mata pelajaran (AMP)
Ø  Membuat silabus dan system penilaian
Ø  Membuat program remedial dan pengayaan
Ø  Membuat perencanaan dan alokasi waktu program kegiaan ekstrakurikuler dan pengayaan
Ø  Alokasi untuk kegiatan lainnya
Ø  Rencana biaya yang diperlukan untuk mengoptimalkan KBM selama satu tahun pelajaran.
4)      Ulangan Umum Semester
Ulangan umum semester merupakan ulangan yang sifatnya formatif yang bertujuan untuk mengeahui tingkat keberhasilan proses pembelajaran selama satu semester dengan melakukan tes terhadap penguasaan kompetensi-kompetensi dasar yang terdapat dalam standar kompetensi permata pelajaran perjenjang kelas dan jenjang pendidikan.
5)      Ujian Akhir Sekolah/Madrasah dan Ujian Nasional
Dalam Kalender pendidikan ditentukan perkiraan di tentukan perkiraan pelaksanaan Ujian Akhir sekolah/Madrasah (UAS/UAM) kegiatan ini berlangsung mulai dari mingu ke 3 (tiga) bulan April yang diawali dengan Ujian praktek dan dilanjutkan pada minggu ke 4 (empat) bulan april dengan Ujian akhir sekolah/madrasah tetulis. Sedangkan pelaksanaan Ujian Nasional dilaksanakan pada minggu ke 2 (dua) bulan Mei. Waktu pelaksanaan dan teknik kegiatan menunggu edaran Kantor wilayah untuk Madraah dan Dinas Pendidikan Propinsi atau kabupaten/kota untuk Sekolah.
6)      Pembagian Buku Laporan pribadi dan buku Rapor
Pembagian buku laporan penilaian pribadi dan buku rapor dilaksanakan pada minggu rakhir bulan desember ataunminggu pertama januari untuk semester ganjil dan pada minggu terakhir bulan Juni atau minggu pertama bulan juli untuk semester genap.
7)      Penyerahan surat Tanda Tamat belajar (STTB)
Penyerahan surat Tanda Tamat belajar (STTB) sebagi bukti bahwa siswa telah menyelesaikan studiny di sekolah dilaksanakan dua minggu setelah pengumuman kelulusan hasil ujian yang disertai dengan pemberian surat keterangan Hasil Ujian yang membuat daftar nilai hasil ujian siswa.
b.Hari efektif belajar
Hari efektif belajar adalah hari yang dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran setelah dikurangi hari libur dan hari yang digunakan untuk pelaksanakan ulangan semester maupun hari yang digunakan untuk pelaksanaan ujian sekolah/madrasah maupun Ujian nasional, serta hari untuk memeriksa hasil ulangan dan pengisian buku rapor.
c. hari-hari libur sekolah
Hari libur adalah hari tidak dilaksanakannnya kegiatan belajar di sekolah yang terbagi kepada hari libur semester, hari libur khusus dan hari libur umum.
1) Libur semester, libur semester terdiri dari semester semester ganjil dan semester genap dan lamanya 12 hari kerja (belajar efektif)
2) Libur khusus, libur khusus untuk sekolah/madrasah adalah libur dari kegiatan belajar efktif yang dilaksanakan berkaitan dengan peristiwa keagamaan atau lainnya dan kegiatan tertentu di sekolah seperti: libur bulan ramadhan, libur berkaitan dengan penyelenggaraan ujian sekolah/madrasah dan ujian Nasional dan libur idul fitri.
3) Libur umum, libur umum di sekolah adalah libur yang juga berlaku bagi masyarakat umum yang bekerja dan libur umum yang diberlakukan di sekolah atau madrasah seperti: tahun baru masehi, tahun baru Hijriah, hari Nyepi (tahun baru Saka), hari raya Waisak, hari raya Idul Fitri, hari raya Idul Adha, Maulid Nabi Muhammad SAW, Isra’ Mi’raj, hari Natal, Wafat Isa al-Masih, hari Proklamasi Kemerdekaan RI dan cuti bersama.
 
B. Prinsip-prinsip Perencanaan Pendidikan
1. Perencanaan harus bersifat komprehensif.
2. Perencanaan pendidikan harus bersifat integral.
3. Perencanaan Pendidikan harus memperhatikan aspek-aspek kualitatif dan kuantitatif.
4. Perencanaan Pendidikan harus merupakan rencana jangka panjang dan kontinyu.
5. Perencanaan Pendidikan harus didasari efisiensi.
6. Perencanaan Pendidikan harus dibantu oleh organisasi administrasi yang efisien dan data yang dapat diandalkan.
7. Perencanaan Pendidikan harus memperhitungkan semua sumber-sumber yang ada atau yang dapat diandalkan.

B.     ORGANIZING
Agar tujuan tercapai maka dibutuhkan pengorganisasian. Dalam perusahaan biasanya diwujudkan dalam bentuk bagan organisasi. Yang kemudian dipecah menjadi berbagai jabatan. Pada setiap jabatan biasanya memiliki tugas, tanggung jawab, wewenang dan uraian jabatan (Job Description). Semakin tinggi suatu jabatan biasanya semakin tinggi tugas, tanggung jawab dan wewenangnya. Biasanya juga semakin besar penghasilannya. Dengan pembagian tugas tersebut maka pekerjaan menjadi ringan. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Disinilah salah satu prinsip dari manajemen. Yaitu membagi-bagi tugas sesuai dengan keahliannya masing-masing. Sebagaimana firman Allah:“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”. (Ash Shaff ayat 4).
Unsur pengorganisasian ditekankan pada ukuran besar kecilnya organisasi, tujuan organisasi serta karakteristik dari organisasi yang bersangkutan. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pengorganisasian meliputi:
a.      Proses pembentukan organisasi harus mengacu pada upaya untuk menciptakan organisasi yang efektif dan efisien. Struktur organisasinya mengacu pada visi dan misi serta tujuan organisasi.
b.      Persyaratan kompetensi tenaga sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab yang telah ditetapkan.
c.       Terdapat pembagian tugas dan tanggung jawab. Tidak dijumpai adanya seseorang melakukan suatu kegiatan dari awal sampai akhir tanpa adanya campur tangan orang lain.
d.      Penghindaran adanya tumpang tindih, duplikasi, dan pertentangan dalam pembagian tugas, fungsi, dan tanggung jawab.
e.       Terdapat kewajiban bagi setiap orang untuk mempertanggung jawabkan kepada atasannya tentang pelaksanaan tugas dan pencapaian kinerjanya.
f.       Pendefinisian kewenangan dan tanggung jawab masing-masing jabatan/kedudukan harus jelas dan seimbang.
g.      Pendelegasian wewenang harus diikuti dengan tanggung jawab yang sesuai dengan tugas dan fungsinya.
pengorganisasian memiliki beberapa implikasi. Antaralain:
Pertama: pengorganisasian berarti melibatkan orang atau pihak lain, yaitu para karyawan atau bawahan (followers). Para karyawan atau bawahan harus memiliki kemauan untuk menerima arahan dari pemimpin. Walaupun demikian, tanpa adanya karyawan atau bawahan pengorganisasian tidak akan ada juga.
Kedua: seorang pemimpin yang efektif adalah seseorang yang dengan kekuasaannya (his or herpower) mampu menggugah pengikutnya untuk mencapai kinerja yang memuaskan. Menurut French dan Raven (1968), kekuasaan yang dimiliki oleh para pemimpin dapat bersumber dari:
1.      Reward power,  yang didasarkan atas persepsi bawahan bahwa pemimpin mempunyai kemampuan dan sumberdaya untuk memberikan penghargaan kepada bawahan yang mengikuti arahan-arahan pemimpinnya.
2.      Coercive power, yang didasarkan atas persepsi bawahan bahwa pemimpin mempunyai kemampuan memberikan hukuman bagi bawahan yang tidak mengikuti  arahan-arahan pemimpinnya
3.      Legitimate power, yang didasarkan atas persepsi bawahan bahwa pemimpin mempunyai  hak untuk menggunakan pengaruh dan otoritas yang dimilikinya.
4.      Referent power, yang didasarkan atas identifikasi (pengenalan) bawahan terhadap sosok  pemimpin. Para pemimpin dapat menggunakan pengaruhnya karena karakteristik pribadinya, reputasinya atau karismanya.
5.      Expert power, yang didasarkan atas persepsi bawahan bahwa pemimpin  adalah seeorang yang memiliki kompetensi dan mempunyai keahlian dalam bidangnya.
Para pemimpin dapat menggunakan bentuk-bentuk kekuasaan atau kekuatan yang berbeda untuk mempengaruhi perilaku bawahan dalam berbagai situasi.
Ketiga: pengorganisasian harus memiliki kejujuran terhadap diri sendiri (integrity), sikap bertanggungjawab yang tulus (compassion), pengetahuan (cognizance), keberanian bertindak sesuai dengan keyakinan (commitment), kepercayaan pada diri sendiri dan orang lain (confidence) dan kemampuan untuk meyakinkan orang lain (communication) dalam membangun organisasi. Walaupun pengorganisasian (leadership) seringkali disamakan dengan manajemen (management), kedua konsep tersebut berbeda. Perbedaan antara pemimpin dan manajer dinyatakan secara jelas oleh Bennis and Nanus (1995). Pemimpin berfokus pada mengerjakan yang benar sedangkan manajer memusatkan perhatian pada mengerjakan secara tepat ("managers are people who do things right and leaders are people who do the right thing, "). Pengorganisasian memastikan tangga yang kita daki bersandar pada tembok secara tepat, sedangkan manajemen mengusahakan agar kita mendaki tangga seefisien mungkin.

C.     ACTUATING
Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan pelaksanaan kerja. Untuk itu maka dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas dan kerjasama. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. Pelaksanaan kerja harus sejalan dengan rencana kerja yang telah disusun. Kecuali memang ada hal-hal khusus sehingga perlu dilakukan penyesuian. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.
“Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (At Taubah 105).

D.    CONTROLLING
Agar pekerjaan berjalan sesuai dengan visi, misi, aturan dan program kerja maka dibutuhkan pengontrolan. Baik dalam bentuk supervisi, pengawasan, inspeksi hingga audit. Kata-kata tersebut memang memiliki makna yang berbeda, tapi yang terpenting adalah bagaimana sejak dini dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pengorganisasian. Sehingga dengan hal tersebut dapat segera dilakukan koreksi, antisipasi dan penyesuaian-penyesuaian sesuai dengan situasi, kondisi dan perkembangan zaman
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (Al Qaaf 16-18).
Fungsi controlling ini meliputi penciptaan standar atau kriteria, pembandingan hasil monitoring dengan standar, pelaksanaan perbaikan atas deviasi atau penyimpangan, pemodifikasian dan penyesuaian metode pengendalian dari kaca mata hasil pengendalian dan perubahan kondisi, serta pengkomunikasian revisi dan penyesuaiannya ke seluruh proses manajemen dengan harapan deviasi atau kelemahan yang pernah terjadi tidak terulang kembali.





















BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

  1. Subyek dan obyek Penelitian
Subyek penelitian ini aalah kepala madrasahpenelitian ini adalah kepala madrasah MTsN 2 Gambut, diwakili oleh wakil kepala Madrasah MTsN 2 Gambut.
Sedangkan obyek penelitian ini adalah fungsi manajemen pada MTsN 2 Gambut dan factor-faktor yang mempengaruhinya.

  1. Teknik pengumpulan data
Untuk pengumpulan data, penulis menggunakan beberapa teknik yaitu:
1.      Wawancara, digunakan untuk mencari data awal pada MTsN 2 Gambut
2.      Observasi, digunakan umtuk mencari data teknis mengenai kurikulum dan program kerja MTsN 2 Gambut.
3.      Dokumentasi, ini digunakan untuk mengumpulkan data yang berkenaan dengan gambaran umum dilokasi penelitian. (Dokumentasi Terlampir)












BAB IV
LAPORAN HASIL PENELITIAN
A.    Lingkungan MTsN 2 Gambut
Madrasah Tsnawiyah Negeri2 Gambut berlokasi di jalan Ahmad Yani Km. 15.200 Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar, dibangun di atas tanah seluas 450,5 meter persegi yang diperoleh dari hasil swadaya masyarakat pada masa itu, di depan MAN 1 Martapura, sepanjang jalan masuk menuju ke MTsN 2 dikanan jalan terdapat rumah penduduk yang sebagian besar dari mereka yang berjualan makanann dan di daerah paling belakang sekolah terdapat lahan persawahan dan juga rumah-rumah penduduk , dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa MTsN 2 Gambut terletak dilingkungan perumahan penduduk yang pasti antara masyarakat sekitar sekolah dan pihak sekolah harus ada kerjasama yang saling membantu dan mendukung sehingga terciptanya kualitas pendidikan yang lebih baik.

B.     Keadaan MTsN 2 Gambut
Pada mulanya berasal dari sekolah kejuruan yang didirikan pada tanggal 15 oktober 1954 dengan nama Pendidikan Guru Agama Swasta (PGAS) sampai tahun 1978.
Pendidikan guru swasta ini ada perubahan statusnya MTsN dan MAN yang resmi dinegerikan pada tanggal 01 Juli 1979 yang berdaarkan Surat Keputusan Menteri Agama No. 17 Tahun 1978 resemi statusnya menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri yang masa belajarnya selama 3 tahun. Kemudian sekarang dinamakaan Madrasahy Tsanawiyah Negeri 2 Gambut Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar. Kemudian status tanah Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Gambut ini mempunyai batas-batas tanah.
a.       Sebelah utara berbatasan dengan man 1 martapura
b.      Sebelah selatan berbatasan dengan lahan pertanian milik penduduk
c.       Sebelah timur berbatasan dengan jalan
d.      Sebelah barat berbatasan dengan tanah milik penduduk
BAB V
SIMPULAN

Dari hasil penelitian lapangan (research field) dapat kita ambil kesimpulan bahwa : Manajemen pada Madrasah  Tsanawiyah Negeri 2 Gambut sudah cukup baik, terlihat dengan dibuatnya program kerja, program tahunan, program semester, dan segala hal yang berkaitan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan di MTsN 2 Gambut.
Kepala Madrasah lebih sering turun kelapangan, melaksanakan pengawasan dan penilaian terhadap dewan guru dengan proses belajar mengajarnya, kegiatan ekstra dan intrakurikuler agar senantiasa tetap berjalan dan berkembang kearah yang lebih baik lagi.



















LAMPIRAN LAMPIRAN

-        Lampiran pedoman wawancara
-        Lampiran kalender pendidikan MTsN 2 Gambut
-        Lampiran data kepegawaian MTsN 2 Gambut
-        Lampiran Dokumentasi Lokasi penelitian

























LAMPIRAN PEDOMAN WAWANCARA

I.          PERTANYAAN

  1. FUNGSI PERENCANAAN (PLANNING)
1.      Apakah sekoplah ini memiliki program kerja ynag menyangkut masalah sekolah?
2.      Siapa saja yang terlibat dalam menyusun program kerja tersebut?
3.      Kapan program kerja di susun?
4.      Pernahkah bapak melakukan pembinaan terhadap dewan guru?
5.      Apakah ada antisipasi tindakan realisaasi program kerja?

  1. FUNGSI PENGORGANISASIAN (ORGANIZING)
1.      Adakah ketentuan yang yang harus dijalankan dalam memberikan tugas kepada guru?
2.      Apakah pemberian tugas gurusesuai dengan kem,ampuan dan keahliannya?
3.      Apakah dalam pemberian tugas guru sesuai dengan latar belakang pendidikan?
4.      Dengan siapa dewan guru bekerja sama?
5.      Apakah ada perubahan dalam organisasi?

  1. FUNGSI PENGGERAKAN (ACTUITING)
1.      Apakah petugas sekolah mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengikuti pendidikan dan latihan?
2.      Bagaimana tindakan bapak sebagai kepala madrasah untuk guru yang berprestasi dan Bagaimana tindakan bapak sebagi kepoala madrasah terhadap guru yang melanggar?
3.      Bagaimana tindakan bapak sebagi kepoala madrasah terhadap guru yang tidak melaksanakan tugas?
4.      Apakah kesejahteraan guru dan personal lainnya terjamin?
5.      Apakah program kerja dijadikan acuan dalam setiap kegiatan?

  1. FUNGSI PENGAWASAN (CONTROLING)
1.      Berapa kali dalam satu semester bapak mengadakan rapat koordisasi dalam upaya mengopntrol/mengawasi kegiatan di sekolah?
2.      Apakah bapak pernah mencek langsung laporan hasil kerj guru dan mengontrol langsung ke lapangan?

II.      HASIL WAWANCARA

  1. FUNGSI PERENCANAAN (PLANNING)
1.      Di MTsN 2 Gambut mempunyai banyak program kerja, diantaranya adalah kegiatan ekstrakulikuler sekolah, yaitu yang berhubungan dengan keagamaan, kesiswaan dan keterampilan.
2.      Subjek yang terlibat dalam penyususan program kerja adalah kepala madrasah beserta 4 wakilnya, bagian tata usaha dan seluruh dewan guru.
3.      Penyusunan program kerja biasanya dilaksanakan 1 tahun sekali yakni menjelang pergantian tahun ajaran baru melalui proses rapat dewan guru.
4.      Dintara pembinaan yang dilakukan oleh kepala madrasah yaitu:
a.       Pemimpin rapat dewan guru
b.      Penyususna RPP, silabus serta program kerja
c.       Memberikan bimbiunmgan kerja melelui konseling
5.      Ada beberapa antisipasi yang dilakukan kepela madrasah terhadap proses jalannya sealisasi progam kerja, diantaranya:
a.       Kepala madrasah mengadakan evaluasi program kerja setiap tahun
b.      Kepala madrasah menentukan program kerja yang perlu dilaksanakan dan yang tidak dipentingkan.
c.        pembinaan atas jalannaya program kerjka yang dilaksanakan guru.

  1. FUNGSI PENGORGANISASIAN (ORGANIZING)
1.      Ada ketentuan yang harus dijalankan bagi menentuakn tugas guru, yaitu:
a.       Tugas guru adalah kewajiban seorang guru yang harus dilaksanakan
b.      Tugas guru memilki ketetapan waktu yang telah dirapatkan
c.       Secelum guru diberi tugas sudah diberi nilai atsa kemampuannya.
2.      Pemberian tugas kepada dewan gueru berdasarkan kemampunnya, seperti dari segi waktu yang dimilkinya.
3.      Sebagian besar pemberian tugas kepada dewasn guru berdasarka latar belakang pendidikannya, namun masih ada sebagian kecil yang tidak sesuai dengan latar belakngnya, seperti guru penjaskes.
4.      Para dewan guru bekerjasama dengan bagian tat usaha, kemahasiswaan, bagian kurikulum, dan dengan kepala madrasah itu sendiri,
5.      dalam struktur organisasi tidak mengalami perubahan tapi yang mengalami perubahan pada orang-orangnya saja..

  1. FUNGSI PENGGERAKAN (ACTUITING)
1.      Kepala madrasah memberikan kesempatan yang sama kepada kepada seluruh staf dan para guru dalam memberikan rekomendasi akan keikut sertaannya dalam kegiatan pendidikan danpelatihan?
2.      Kepala madrasah memberikan penghasrgaan kepada  guru yang berprestasi dalam bentuk titel guru teladan dalam setiap bulan dan memberikan sangsi kepada guru yang melanggar dalam bentuk surat teguran dan apanila masih melanggar maka akan dapat disidang.
3.      Untuk guru yang tidak melaksanakan tugas maka diberikan sangsi kepada guru yang melanggar dalam bentuk surat teguran dan apanila masih melanggar maka akan dapat disidang.
4.      Kepala madrasah memberikan kesejahteraan kepada gur sesuai dengan keperluan masing-masing guru.
5.      Program kerja memang acuan dalam melaksanakan semua kegiatan pendidikan.
  
  1. FUNGSI PENGGERAKAN (ACTUITING)
1.      Dalam upaya mengontrol (mengawasi) kegiatan di sekolah maka kepala madrasah melakukan rapat koordinasi dalam satu semester sekali.
2.      Kepala madrasah melakukan pengevaluasian terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dan langsung ke lapangan dengan mencek daftar kehadirannya, tepoat waktunya, RPP, proses pembelajaran dan cara mengajar guru.




















DAFTAR PUSTAKA

Ramayulis, 2002, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Klam Mulia)
Direktorat Jendral pendidikan Islam Departeman Agama Islam RI, 2006, Undang-unang dan peraturan pemerintah RI tentang pendidikan, (Dirjen Pendidikan Islam RI, Jakarta)
Hendyat Soetopo dan Wasty Soemanto, Pengantar Operasional Administrasi Pendidikan, Surabaya, Usaha Nasional,1982.



[1] Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Klam Mulia, 2002), h. 17-18
[2] Derektorat Jendral pendidikan Islam Departeman Agama Islam RI, Undang-unang dan peraturan pemerintah RI tentang pendidikan, (Dirjen Pendidikan Islam RI, Jakarta, 2006) h. 8-9
[3] Hendyat Soetopo dan Wasty Soemanto, Pengantar Operasional Administrasi Pendidikan, (Surabaya; Usaha Nasional,1982), h.19

1 komentar: