Jumat, 18 Februari 2011

MATERI PEMBELAJARAN QUR'AN HADITS PADA MTs KELAS VIII

BAB I


            Manusia dicipta Allah SWT sebagai makhluk social, yaitu makhluk yang senantiasa mengadakan hubungan dengan sesamanya. Pada kenyataannya, manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan pihak lain. Untuk dapat mencukupi kebutuhan hidupnya, manusia perlu mengadakan hubungan kerja dengan pihak lain. Orang lain dapat memperoleh penghasilan juga karena berhubungan dengan orang lain. Al-Qur’an dan Hadits merupakan dasar yang digunakan dalam menjalani kehidupan sosial di masyarakat.
            Dan sangat penting sekali hal tersebut di ajarkan pada anak didik yang akan menghadapi kehidupan sosial di masyarakatanya, baik yang berkaitan dengan membaca Al-Qur’an sebagai dasar ataupun memahami maknanya. Oleh karena dalam makalah kami ini, kami akan membahas materi Qur’an Hadits di MTs Kelas VIII semester ganjil. Dimana pembahasannya berkaitan dengan tajwid dan pemahaman beberapa ayat Al-Qur’an dan hadits.

























BAB II
PEMBAHASAN
MATARI QUR’AN HADTS DI MTs. KELAS VIII SEMESTER GANJIL

Ada empat Bab materi yang disampaikan pada pembahasan Qur’an Hadits di MTs kelas VIII semester ganjil, diantaranya Penerapan Hukum Tajwid, Ketentuan Rezeki dari Allah, Kepedulian Sosial dan Tolong Menolong dan Mencintai Anak Yatim
A.    Bab I (Penerapan Hukum Tajwid)
Ø  Standar Kompetensi
Membaca Al-Qur’an surah pendek pilihan
Ø  Kompetensi Dasar
Menerapkan hukum bacaan qalqalah, tafkhim, dan mad arid lis-sukun dalam Al-Qur’an.
1.      Menerapkan Hukum Bacaan Qalqalah, Tafkhim, dan Mad Arid Lis-Sukun dalam Al-Qur’an.
a.      Hukum Bacaan Qalqalah
Sebagaimana kita ketahui, qalqalah dibagi menjadi dua, yaitu qalqalah sugra dan qalqalah kubra. Huruf qalqalah ada lima, yaitu ب ج د ط ق . Apabila ada huruf qalqalah berada ditengah lafal, hukum bacaannya disebut qalqalah sugra. Apabila huruf qalqalah berada di akhir lafal, hukum bacaannya disebut qalqalah kubra. Cara membaca qalqalah kubra lebih kuat pantulannya daripada qalqalah sugra.
Perhatikan lafal Surah al –Lahab berikut dengan seksama. Kemudian, bacalah dengan Fokus pada bacaan qalqalah!
ôM¬7s? !#ytƒ Î1r& 5=ygs9 ¡=s?ur ÇÊÈ   !$tB 4Óo_øîr& çm÷Ytã ¼ã&è!$tB $tBur |=|¡Ÿ2 ÇËÈ   4n?óÁuy #Y$tR |N#sŒ 5=olm; ÇÌÈ   ¼çmè?r&tøB$#ur s's!$£Jym É=sÜysø9$# ÇÍÈ   Îû $ydÏÅ_ ×@ö7ym `ÏiB ¤|¡¨B ÇÎÈ     
b.      Hukum Bacaan Tafkhim
Hukum bacaan tafkhim yang akan kita terapkan dalam membaca Al-Qur’an berikut ini adalah pada huruf ra. Menurut bahasa, tafkhim berarti tebal. Cara mengucapkan tafkhim adalah dengan menghimpun ketebalan suara di dalam mulut sehingga mulut seperti penuh dengan suara ra. Ada beberapa alasan huruf ra di baca tebal, yaitu berharakat fathah, damah, sukun yang didahului huruf berharakat fathah atau damah, sukun yang didahului huruf harakat kasrah (bukan asli), serta sukun yang didahului huruf berharakat kasrah asli dan huruf sesudahnya adalah huruf isti’la’.
#sŒÎ) ÏMs9Ìø9ã ÞÚöF{$# $olm;#tø9Î ÇÊÈ   ÏMy_t÷zr&ur ÞÚöF{$# $ygs9$s)øOr& ÇËÈ   tA$s%ur ß`»|¡RM}$# $tB $olm; ÇÌÈ   7Í´tBöqtƒ ß^ÏdptéB $ydu$t7÷zr& ÇÍÈ   ¨br'Î/ š­/u 4Óyr÷rr& $ygs9 ÇÎÈ   7ͳtBöqtƒ âßóÁtƒ â¨$¨Y9$# $Y?$tGô©r& (#÷ruŽãÏj9 öNßgn=»yJôãr& ÇÏÈ `yJsù ö@yJ÷ètƒ tA$s)÷WÏB >o§sŒ #\øyz ¼çnttƒ ÇÐÈ   `tBur ö@yJ÷ètƒ tA$s)÷WÏB ;o§sŒ #vx© ¼çnttƒ ÇÑÈ  
c.       Mad ‘Arid Lis-Sukun
Menurut bahasa, mad ‘arid lis-sukun berarti bacaan panjang karena ada sukun. Menurut istilah, mad ‘arid lis-sukun berarti mad yang terjadi apabila ada huruf mad (alif, wau, atau ya) yang berada pada akhir ayat atau terdapat pada wakaf. Yang perlu diperhatikan dalam mad ‘arid lis-sukun ialah setelah huruf mad itu harus ada huruf lain. Huruf ini sebagai akhir pemberhentian bacaan. Cara membaca mad ‘arid lis-sukun ada tiga macam, yaitu boleh dua, empat, atau enam harakat. Yang paling utama ialah membaca mad ‘arid lis-sukun dengan enam harakat[1].
Contoh:      Å7Î=tB Ĩ$¨Y9$# ,   _Uu šúüÏJn=»yèø9$#
2.      Pengayaan
Yang ditebalkan (tahkim) pada ra’ yaitu:
  1. Ra’ fathah(    ), umpamanya:
  2. Ra’ dhamah (    ), umpamanya:
  3. Ra’ sukun (    ), sedang huruf sebelumnya berbaris fathah (        ) atau dhammah (        ) umpamanya:
  4. Ra’ sukun (    ) sebelum kasrah (        ) tetapi kasrah itu bukan asli dari asal perkataaan umpamanya:
  5. Ra’sukun (    ) huruf sebelumnya juga kasrah yang asli (         ) tetapi sesudah Ra’ itu salah satu huruf ; Shad, Dlad, Ghain, Tha’, Qaf, dan Dha’. (                                           )
yang tidak berharakat kasrah. Umpamanya:
huruf yang tujuh itu huruf  Isti’laa’ namanya, isti’laa’(                 ) artinya: meninggi atau berat. Karena bunyi itu agak berat[2].

B.     Bab II (Ketentuan Rezeki dari Allah SWT )
Ø  Standar Kompetensi
Menerapkan Al-Qur’an, Surah-surah  Pendek dalam kehidupan sehari-hari tentang ketentuan rezeki dari Allah swt.
Ø  Kompetensi Dasar
1.      Memahami isi kandungan surah al-Quraisy dan al-Insyirah tentang ketentuan rezeki dari Allah swt.
2.      Memahami keterkaitan isi kandungan surah al-Quraisy dan al-Insyirah tentang ketentuan rezeki dari Allah swt. dalam kehidupan.
3.      Menerapkan isi kandungan surah al-Quraisy dan al-Insyirah tentang ketentuan rezeki dari Allah swt. dalam kehidupan.
1.      Rezeki Allah SWT.
a.      Pengertian rezeki
      Kata rezeki berarti penghidupan, tiap-tiap yang bermanfaat, segala yang berdaya guna bagi makhluk, berasal dari Allah SWT.
b.      Macam-macam rezeki Allah SWT.
      Jika kita ingin menghitung rezeki Allah swt, rezeki Allah sangat banyak macamnya, antara lain:
1)      Pemberian hak hidup
2)      Udara atau oksigen
3)      Kesehatan rohani dan jasmani
4)      Agama sebagai hidup manusia





2.      Surah al-Quraisy dan Al-Insyirah Tentang Ketentuan Rezeki Allah SWT.
a.      Surah al-Quraisy
1)      Lafal surah al-Quraisy dan terjemahannya
É#»n=ƒ\} C·÷ƒtè% ÇÊÈ   öNÎgÏÿ»s9¾Î) s's#ômÍ Ïä!$tGÏe±9$# É#ø¢Á9$#ur ÇËÈ   (#rßç6÷èuù=sù ¡>u #x»yd ÏMøt7ø9$# ÇÌÈ   üÏ%©!$# OßgyJyèôÛr& `ÏiB 8íqã_ NßgoYtB#uäur ô`ÏiB ¤$öqyz ÇÍÈ  
Artinya:
1.      karena kebiasaan orang-orang Quraisy,
2.      (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas[1602].
3.      Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah).
4.      yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.
2)      Penjelasan ayat
            Ayat 1 menjelaskan tentang kebiasaan suku Quraisy sejak zaman dahulu, mata pencaharian suku Quraisy pada umumnya berdagang. Ayat 2 menjelaskan perjalanan dagang yang dilakukan suku Quraisy. Pada musim dingin, suku Quraisy biasa melakukan perjalanan ke Negeri Yaman. Pada musim panas, mereka pergi ke Syam (Suryah). Pada ayat 3, Allah swt. Mengingatkan suku Quraisy khususnya dan umat Islam pada umumnya agar selalu bersyukur atas rezeki yang diberikan-Nya. Pada ayat 4, Allah swt. Menjelaskan wujud kasih sayang-Nya kepada para hambanya. Manusia diperintah menyembah (taat kepadan-Nya)
b.      Surah al-Insyirah
1)      Lafal surah al-Insyirah dan terjemahannya
óOs9r& ÷yuŽô³nS y7s9 x8uô|¹ ÇÊÈ   $uZ÷è|Êurur šZtã x8uøÍr ÇËÈ   üÏ%©!$# uÙs)Rr& x8tôgsß ÇÌÈ   $uZ÷èsùuur y7s9 x8tø.ÏŒ ÇÍÈ   ¨bÎ*sù yìtB ÎŽô£ãèø9$# #·Žô£ç ÇÎÈ   ¨bÎ) yìtB ÎŽô£ãèø9$# #ZŽô£ç ÇÏÈ   #sŒÎ*sù |Møîtsù ó=|ÁR$$sù ÇÐÈ   4n<Î)ur y7În/u =xîö$$sù ÇÑÈ  
Artinya:
1.      Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,
2.      Yang memberatkan punggungmu?
3.      Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu,
4.      Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
5.      Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
6.      Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,
7.      Dan hanya kepada Tuhan mulah kamu berharap.
2)      Penjelasan ayat
Ayat 1, merupakan pertanyaan yang bersifat penegasan bahwa Allah swt. Telah melapangkan dada (hati) Nabi Muhammad saw. Pada ayat 2-3, dijelaskan bahwa orang yang memilki rasa tanggung jawab pasti berusaha untuk dapat melaksanakan tugas yang diamanahkan kepadanya. Nabi Muhammad saw. Adalah contoh orang yang memiliki rasa tanggung jawab besar. Pada ayat 4 memberikan penghargaan kepada Nabi Muhammad saw. Atas kesabarannya melaksanakan tugas dakwah. Pada ayat 5-6 Allah swt. Memberikan motivasi kepada Nabi Muhammad saw. Dan para sahabatnya perjuangan berat yang beliau jlani akan membawa hasil yang gemilang. Hasil ini dapat beliau saksikan ketika terjadi penaklukan kota Mekkah pada tahun 8 Hijriah. Pada ayat 7, Allah swt. Mengingatkan Nabi Muhammad saw. Dan para pengikutnya agar tidak cepat puas dengan hasil usahanya. Setelah memperoleh hasil dari satu usahanya,  seperti penaklukkan kota Mekkah, hendaklah mempersiapkan diri untuk usaha yang lain. Pada ayat 8, Allah swt mengingatkan beliau dan para sahabatnya  agar senantiasa bersandar kepada Allah swt. Dalam kenyataannya, manusia hanya mampu berusaha. Keberhasilan usaha tersebut sepenuhnya menjadi hak Allah swt.
3.      Keterkaitan Isi Kandungan Surah Quraisy dan Al-insyirah Tentang Ketentuan Rezeki Allah SWT.
1.      kedua surah tersebut memberikan pelajaran kepada kita bahwa Allah swt. Menyediakan rezeki untuk segala kebutuhan manusia.
2.      rezeki yang diberikan oleh Allah swt. Kepada hamba-Nya sangat banyak macamnya. Dalam surah Quraisy, bahwa rezeki Allah swt. Ada yang berupa harta hasil perniagaan, makanan, rasa aman, dan dijauhkan dari rasa cemas. Adapun dalam surah al-Insyirah, disebutkan beberapa rezeki Allah swt. Antara lain lapang dada (sabar) dalam berdakwah.
3.      dalam surah Quraisy dijelaskan bahwa rezeki Allah swt akan diperoleh dengan usaha yang dilakukan manusia, seperti berdagang. Adapun dalam surah al-Insyirah, terdapat perintah memanfaatkan waktu sangat berharga bagi manusia.
4.      Menerapkan Isi Kandungan Surah Quraisy dan Al-Insyirah Tentang Ketentuan Rezeki Allah SWT dalam Kehidupan
a.       Memanfaatkan waktu sebaik-baiknya
b.      tidak bermalas-malasan
c.       brusaha dengan sungguh-sungguh dalam mencari rezeki Allah swt.
d.      menjaga diri agar tidak melanggar norma agama saat berusaha
e.       mensyukuri hasil yang diperoleh sesuai petunjuk agama
f.       memanfaatkan hasil yang diperoleh sebaiknya
g.      menggunakan hasil yang diperoleh sesuai dengan ketentuan agama[3]
5.      Pengayaan
Kata (          ) Quraisy pada mulanya adalah gelar dari an-Nadhar Ibn Kinanah, yang merupakan kakek Nabi yang ketiga belas. Kata Quraisy terambil dari kata (             ) at-taqarrusy yang berarti keterhimpunan. Anggota suku ini tadinya berpencar-pencar, kemudian menyatu dalam bentuk yang sangat kokoh, sehingga mereka dikenal dengan gelar itu[4].
Surah ini merupakan satu kesatun yang tidak terpisahkan. Tidak ada persoalan yang dibicarakannya kecuali suku Quraisy yang dituntut oleh surah ini agar menyukuri nikmat Allah SWT. Yang di anugerahi Allah SWT. Keamanan sehingga mereka dapat hidup tenang dan harmonis yang kemudian membuahkan kelanggengan kebiasaan mereka melakukan perjalanan dalam rangka meraih kesejahteraan hidup[5]
Pada surah al-Isyirah setelah menjelaskan sebagian nikmat-nikmat-Nya kepada Rasulullah SAW. yaitu dilapangkannya dada beliau, dihilangkan beban berat beliau dan diangkatnya sebutan nama beliau setelah mengalami berbagai kesempitan dan kesulitan-selanjutnya Allah SWT. Menjelaskan bahwa yang demikian itu merupakan Sunnatullah  pada makhluk-Nya—bahwa setelah kesulitan akan datang kemudahan. Untuk mengokohkan pernyataan-Nya, Allah SWT mengulang penyebutan masalah tersebut agar hati Rasulullah SAW. semakin mantap dan bertambah yakin[6].

C.    Bab III (Kepedulian Sosial)
Ø  Standar Kompetensi
Menerpakan Al-Qur’an surah-surah pendek pilihan dalam kehidupan sehari-hari tentang kepedulian social
Ø  Kompetensi dasar
1.      Memahami isi kandungan surah Al-Kausar Al-Maun tentang kepedulian social.
2.      Memahami keterkaitan isi kandungan surah Al-Kausar dan Al-Ma’un tentang kepedulian social dalam fenomena kehidupan.
1.      Kepedulian Sosial
a.      Pengertian kepedulian sosial
Kata peduli berarti memperhatikan atau menghiraukan aeauatu. Kepedulian berarti sikap memperhatikan atau memperhatikan sesuatu. Kata social berarti segala sesuatu mengenai masyarakat atau kemasyarakatan. Dengan demikian, kepedulian social berarti sikap memperhatikan atau menghiraukan urusan orang lain (sesame anggota masyarakat). Kepedulian social yang dimaksud bukanlah untuk mencampuri urusan orang lain, tetapi lebih pada membantu menyelesaikan permaslahan yang dihadapi orang lain dengan tujuan kebaikan dan perdamaian.
b.      Perlunya memiliki kepedulian social
Manusia dicipta Allah SWT sebagai makhluk social, yaitu makhluk yang senantiasa mengadakan hubungan dengan sesamanya. Pada kenyataannya, manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan pihak lain. Untuk dapat mencukupi kebutuhan hidupnya, manusia perlu mengadakan hubungan kerja dengan pihak lain. Orang lain dapat memperoleh penghasilan juga karena berhubungan dengan orang lain.
1)      Dampak positif memiliki kepedulian social.
2)      Terwujudnya sikap hidup gotong royong
3)      Terjalinnya hubungan batin yang akrab
4)      Menumbuhkan kerukunan dan kebersamaan
5)      Terjadinya pemeratan kesejahteraan
6)      Menghilangkan jurang pemisah antara si miskin dan si kaya
7)      Terwujudnya persatuan dan kesatuan
8)      Menciptakan kondisi masyarakat yang kuat dan harmonis
9)      Menghilangkan rasa dengki dan dendam
2.      Surah Al-Kausar dan Al-Ma’un Tentang Kepedulian Sosial
a.      Surah Al-Kausar
1)      Lafal surah dan terjemahnya
!$¯RÎ) š»oYøsÜôãr& trOöqs3ø9$# ÇÊÈ   Èe@|Ásù y7În/tÏ9 öptùU$#ur ÇËÈ   žcÎ) št¥ÏR$x© uqèd çŽtIö/F{$# ÇÌÈ  
Artinya:
1.      Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.
2.      Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.
3.       Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu Dialah yang terputus.
2)      Asbabun nuzul
Menurut Ibnu Al-Munzir yang bersumber dari Ibnu Juraij, surah ini turun berkaitan dengan kematian putra Nabi Muhammad SAW, Ibrahim. Dengan kematian putranya ini, beliau tidak lagi memiliki anak laki-laki. Hal ini mengundang orang kafir untuk lebih menekan batin belia. Orang kafir quraisy mengatakan, “Bataru Muhammad (Muhammad telah terputus keturunannya).” Ucapan ini sempat membuat beliau gelisah. Untuk menghiburnya, Allah SWT menurunkan surah ini.
3)      Kandungan surah
Pada ayat 1, Allaa SWT menyatakan bahwa Dia telah memberikan nikmat yang banyak yang itu disebutkan sebagai Al-Kausar. Pada ayat 2, terdapat dua peintah kepada Nabi Miuhammad SAW khususnya dan imat Islam pada umumnya, yaitu melaksanakan shalat dan berqurban. Pelaksanaan kedua perintah tersebut sebagai bukti rasa syukur atas limpahan nikmat Allah AWT yang begitu banyak. Pada ayat 3, Allah AWT menjelaskan bahwa orang yang membenci Nabi Muhammad SAW dan ridalahnya akan terputus ari rahmat-Nya. Dalam ayat ini terdapat lafal Al-Abtar. Menurut kebiasaan orang Arab, kata ini digunkan untuk menyebut orang yang tidak memiliki anak lelaki.
Nabi Muhammad memiliki orang anak, Empat pempuan dan tiga laki-laki. Keempat anak perempuan beliau, yaitu Fatimah, Zainab, Ruqayah, dan Ummu Kulsum. Ketiganya meninggal mandahukui beliau, sedangkan Fatimah meninggal setelah beliau. Sementara itu, ketiga anak laki-lakinya meninggal ketika masih kecil. Mereka adalah Abdullah, Qasim, dan Ibahim. Dengan demikian, beliau tidak memiliki anak laki-laki. Oleh karena itu, orang-orang kafir mengatakan bahwa Muhammad telah terputus keturunannya. Meeka merasa senang karena dakwah Isalam akan segera berakhir. Anak laki-laki yang beliau dambakan sudah tidak ada lagi.
Pernyataan mereka ini dibantah oleh Allah AWTdalam ayat ini. Pada kenyataannya, Islam makin berkembang dengan pesat dan dikenal di seluruh dunia sepeninggal beliau. Kehancuran justru menimpa orang kafir quraisy dengan ditaklukannya kota mekah. Selain sebagai bantahan terhadap orang kafir, surah ini juga menjadi penghibur bagi Nabi Muhammad SAW.
b.      Surah Al-Ma’un
1)      Lafal surah dan terjemahnya
|M÷ƒuäur& Ï%©!$# Ü>Éjs3ムÉúïÏe$!$$Î/ ÇÊÈ   šÏ9ºxsù Ï%©!$# íßtƒ zOŠÏKuŠø9$# ÇËÈ   Ÿwur Ùçts 4n?tã ÏQ$yèsÛ ÈûüÅ3ó¡ÏJø9$# ÇÌÈ   ×@÷ƒuqsù šú,Íj#|ÁßJù=Ïj9 ÇÍÈ   tûïÏ%©!$# öNèd `tã öNÍkÍEŸx|¹ tbqèd$y ÇÎÈ   tûïÏ%©!$# öNèd šcrâä!#tムÇÏÈ   tbqãèuZôJtƒur tbqãã$yJø9$# ÇÐÈ  
2)      Asbabun Nuzul
Sebagaimana diriwayatkan Ibnu Al-Minzir dari Tariq bin Abu Talhah yang bersumber dari Ibnu Abbas, Surah Al-Ma’un ayat 4-7 turun berkenaan dengan orang-orang munafik yang mempertontonkan dalatnya kepada kaum muslimin. Mereka meninggalkan shalat jika tidak ada muslimin yang melihatnya dan menlak memberikan bantuan atau pinjaman. Ayat ini diturunkan sebagai peringatan kepada orang-orang yang berbuat seperti itu.
3)      Kandungan surah
Pada ayat 1, Allah SWT menanyakan tentang siapa orang yang mendustakan agama. Kalimat tnya tersebut tidak memerlukan jwaban jarena Allah SWT lebih mengetahui. Ayat ini memberikan penekanan agar Nabi Muhammad SAW menaruh perhatian yang lebih terhadap masalah  yang diterangkan. Orang yang mendustakan agama adalah orang yang paling celaka. Siapakah mereka itu? Itulah masalah yang harus diperhatikan benar-benar. Pada ayat 2 dan 3, Allah SWT mulai menjelaskan orang-orang yang mendustakan agama. Mereka adalah orang yang menghardik anak yatim dan tidak mau menyuruh dan memberi makan (tidak peduli nasib) orang miskin.
Pada ayat 4 dan 5 Allah SWT menjelaskan tentang orang-orang yang shalat tetapi mendapat celaka. Kecelakaan itu akibat mereka lalia terhadap shalatnya. Lalai disini berarti mengabaikan atau tidak memperhatikan waktu shalatnya. Shalat merupakan tiang agama sekaligus sebagai ukuran baik buruknya amal seseorang. Oranf yang melalaikan shalatnya ia termasuk pendusta agama.
Pada ayat 6, Allah SWT menjelaskan ria berarti berbuat baik karena ingin memperoleh pujian atau mendapat penghormatan dari orang lain. Orang yang ria termasuk pendusta agama karena perbuatan itu menyekutukan Allah SWT dengan dirinya. Itulah sebabnya ria dikatakan perbuatan syirik. Menurut Islam, hanya Allah lah yang berhak ria dan mendapat pujian.
Ayat 7 merupakan salah satu pelajaran tentang kepedulian social bagi umat Islam. Orang yang mengaku dirinya Islam, tentu akan memiliki kepedulian social terhadap sesama. Sifat bakhil atau kikir jelas bertentangan ajaran Islam. Menurut ayat ini orang yang enggan memberikan bantuan kepada orang lain merupakan bentuk pendustaan agama. Islam adalah agama yang tidak hanya untuk diyakini tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
3.      Keterkaitan Surah Al-Kausar dan Al-Ma’un Tentang Kepedulian Social dan Fenomena Alam
a.       Sama-sama mendidik agar memiliki kepedulian social
b.      Kepedulian dalam surah Al-Kausar diwujudkan dengan bentuk penyembelihan kurban.
c.       Kepedulian dalam surah Al-Ma’un siwujudkan dengan menyantuni anak yatim, dan membantu oarng lain yang mengalami kesusahan.
d.      keengganan memberikan bantuan atau bersifat kikirmerupakan bentuk pendustaan ajaran agama.
4.      Penerapan Isi Kandungan Surah Al-Kausar dan Al-maun dalam Kehidupan Sehari-hari
  1. Surah Al-Kausar
1)      Kita harus mensyukuri segala nikmat yang diberikan Allah.
2)      salat wajib lima waktu harus kita laksanakan.
3)      bersedia menyisihkan sebagian harta untuk berqurban.
4)      Kita harus selalu peduli terhadap nasib fakir miskin.
  1. Surah Al-Maun
1)      Kita harus memiliki kepedulian terhadap anak yatim.
2)      Membiasakan diri kita untuk selalu ringan tangan atau suka membantu fakir miskin.
3)      Kita harus mendukung setiap usaha untuk mensejahterakan anak yatim dan orang miskin
4)      Kita harus selalu menjaga shalat wajib.
5)      Kita harus berlatih Ikhlas dalam segala perbuatan.
6)      Sikap dermawan harus kita tumbuhkan dalam kehidupan[7].
5.      Pengayaan
No
Nama Ulama
Penafsiran al-Kausar
1
Anas Ibn Malik
Nama sebuah telaga sebelum masuk kesurga. Telaga ini tempat Nabi Muhammad SAW. dan para umat-Nya minum sebelum melanjutkan perjalanan ke surga.
2.
Ikrimah
Nubuwwat Kenabian)
3
Al-Hasan
Al-Qur’an
4.
Abu Bakar Ibn iyyasy dan Yaman Ibn Riab
Banyak sahabat, banyak umat, banyak pengikut
5.
Al-Mawardi
  1. Namanya disebut dimana-mana
  2. Syafaat yang dianugerahkan kepada Nabi Muhammad SAW. untuk melindungi umatnya di akhirat
6.
As-Sa’laby
Suatu mukjizat dari Allah SWT. Sehingga doa Nabi Muhammad SAW dan umatnya yang saleh selalu dikabulkan. 
            Menurut Imam Syafi’I, Imam Hambali dan Imam Maliki: yang disebut pakir, ialah mereka tidak mempunyai harta atau penghasilan layak dalam memenuhi keperluannya: sandang, pangan, tempat tinggal, dan segala keperluan pokok lainnya. Yang disebut miskin ialah yang mempunyai harta atau penghasilan layak dalam memenuhi keperluannya dan orang yang menjadi tanggungannya, tapi tidak sepenuhnya tercukupi[8].
            Oleh karena itu orang-orang yang tidak percaya terhadap kebenaran agama itu mempunyai cirri-ciri: (1) suka menghina orang-orang yang tidak mampu, (2) bersikap sombong kepada mereka. Keduanya merupakan perbuatan bakhil terhadap kekayaannya, tidak mau memberikan sebagiannya kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan[9].

D.    Bab IV (Tolong Menolong Dan Mencintai Anak Yatim)
Ø  Standar Kompetensi
Memhahami hadits tentang tolong menolong dan mencintai anak yatim
Ø  Kompetensi Dasar
1.      menulis hadits tentang tolong-menolong dan mencintai anak yatim
2.      menerjemahkan makna hadits tentang tolong-menolong dan mencantai anak yatim
3.      menghapal hadits tentang tolong-menolong dan mencintai anak yatim
4.      menjelaskan keterkaitan isi kandungan hadits dalam perilaku tolong-menolong dan mencintai anak yatim dalam fenomena kehidupan dan akibatnya.
1.      Hadits Tentang Tolong –menolong
a.      Lafal hadits





b.      Terjemahan hadits
“Seorang muslim itu saudara bagi muslim lainnya. Ia tidak boleh menganiaya dan tidak boleh menyerahkannya (kepada musuh). Barang siapa membantu keperluan saudaranya, Allah akan membalas membantu keperluannya. Barang siapa membebaskan seorang muslim dari kesusahan, Allah akan membebaskan satu kesusahan dirinya dari beberapa kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa menutupi (aib)seorang muslim, Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat” (HR. Al-Bukhari dan dari Abdullah Ibnu Umar No. 2262)
  1. kandungan hadits
hadits pertama menjelaskan bahwa seorang muslim satu dengan yang lain adalah saudara. Oleh karena itu, seorang muslim tidak boleh menzalimi. Bahkan seorang muslim harus saling membantu. Dalam hadits tersebut ada beberapa janji Allah SWT.
a.       Orang yang mau membantu keperluan saudaranya ia akan dibantu oleh Allah SWT dalam memenuhi kebutuhannya.
b.      Orang yang mau melepaskan kesusahan seorang muslim ia akan dilepaskan dari kesusahannya pada hari kiamat.
c.       Orang yang suka menutupi aib seorang muslim ia akan ditutupi oleh Allah dari aibnya pada hari kiamat.
2.      Hadits Tentang Mencintai Anak Yatim
a.      Lafal hadits




b.      Terjemah hadits
Hadits pertama
Aku dan orang-orang yang memelihara anak yatim di surga seperti ini.  Beliau menunjukkan telunjuk dan jari tengah serta beliau merengangkan antara keduanya”. (HR Al-Bukhari dan Sa’ad No. 4892).
Hadits kedua
Sebaik-baik rumah orang Islam adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim dan diasuh dengan baik. Seburuk-buruk rumah orang Islam adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim yang diperlakukan dengan jahat”. (HR Ibnu Majah dari Abu Hurairah No. 3669)
c.       Kandungan hadits
Hadits pertama memberikan motivasi kepada kita untuk mau peduli terhadap anak yatim. Orang yang mau peduli terhadap anak yatim dengan cara memeliharanya akan memperoleh kedudukan yang tinggi, yaitu berada disurga bersama Nabi Muhammad SAW layaknya telunjuk dan jari tengah.
Hadits kedua menjelaskan bahwa rumah yang paling mulia dalam pandangan Nabi Muhammad SAW adalah rumah yang terdapat anak yatim di dalamnya. Dengan syarat, anak yatim itu dipelihara dengan baik. Jika anak yatim itu disia-siakan, rumah itu menjadi rumah yang paling buruk, artinya rumah itu akan jauh dari keberkahan.
3.      Keterkaitan Kandungan Hadits Tentang Tolong Menolong dan Mencantai Anak Yatim dalam Kehidupan.
a.       tolong-menolong dan mencantai anak yatim memiliki nilai ibadah yang berdimensi sosial
b.      tolong menolong dan mencantai anak yatim merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
c.       tolong menolong dan mencantai anak yatim merupakan bukti pelaksanaan terhadap ajaran Islam bagi seorang muslim. Seorang muslim yang mengabaikan kedua urusan tersebut dikategorikan sebagai pendusta agama.
d.      tolong-menolong dan mencantai anak yatim memberikan kesempatan kepada orang lain untuk memperoleh sesuatu yang lebih baik
e.       sikap suka menolonbg dan memedulikan nasib anak yatim merupakan dakwah bil-hal sehingga akan menarik simpati yang masih lemah imannya.
f.       kedua sikap tersebut merupakan penanaman akhlak yang terpuji dan harus diwariskan kepada semua generasi muslim.
4.      Dampak Positif Sikap Hidup Tolong Menolong dan Mencantai Anak Yatim dalam Mencintai Kehidupan.
            Berikut ini dampak positif hidup tolong menolong dan mencintai anak yatim
a.       Islam dapat dirasakan sebagai Rahmatan Lil Alamin
b.      hubungan persaudaraan manusia dapat terjalin dengan kuat
c.       ada kehidupan hidup bersama dalam suatu masyarakat
d.      kemiskinan, kesulitan, dan kesengsaraan dapat dihilangkan.
e.       jurang pemisah anatara simiskin dan sikaya serta rakyat dan pejabat akan terkikis
f.       persatuan, dan kesatuan hidup bersama dalam masyarakat akan selalu terjaga dengan baik
g.      keberkahan Allah SWT akan selalu dirasakan dalam kehidupan.
5.      Penerapan Sikap Tolong Menolong dan Mencantai Anak Yatim dalam Kehidupan
            Perilaku yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain :
a.       ikut andil dalam menyelesaikan permasalahan bersama, misalnya mendirikan rumah dan memberikan orang yang sedang kesusahan
b.      berusaha meringankan beban sesama manusia misalnya menengok orang sakit.
c.       bersikap santun dan sayang kepada anak yatim. Misalnya menghibur dan membesarkan hatinya
d.      ikut berpartisipasi dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sosial, misalnya panti asuhan anak yatim
e.       mengasuh dan mendidik anak-anak yatim agar tidak terlantar hidupnya[10].
6.      Pengayaan
Kata (       ) yatim terulang dalam al-Qur’an dalam bentuk tunggal sebanyak 8 kali, dalam bentuk jamak 14 kali dan dalam bentuk mutsanna 2 kali. Kata ini terambil dari kata (        )  yutm yang berarti antara lain  kesuhani, keterlambatan, dan kesendirian. Pada pakar bahasa mengartikan yatim sebagai “ seorang anak (belum dewasa) yang ditinggal mati ayahnya, atau seekor binatang kecil yang ditinggal induknya”.
Anak yatim membutuhkan pelayanan secara terus-menerus, walaupun yang bersangkutan memiliki harta yang banyak. Perhatian terhadap mereka harus diberikan, lebih-lebih bagi mereka yang oleh ayat yang ditafsirkan ini, sebagai (             ) dza maqrabah, yang artinya dekat[11]. Oleh karena itu siapa yang seharusnya memperoleh bantuan adlah anak yatim. Sebagaimana yang diterangkan dalam al-Qur’an surah al-Balad ayat 15 sebagai berikut:  
  $VJŠÏKtƒ #sŒ >pt/tø)tB ÇÊÎÈ  
Artinya:  “(kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat”,

BAB III
PENUTUP

o   Qalqalah dibagi menjadi dua, yaitu qalqalah sugra dan qalqalah kubra. Huruf qalqalah ada lima, yaitu ب ج د ط ق
o   .Menurut bahasa, tafkhim berarti tebal. Cara mengucapkan tafkhim adalah dengan menghimpun ketebalan suara di dalam mulut sehingga mulut seperti penuh dengan suara ra.
o   Menurut bahasa, mad ‘arid lis-sukun berarti bacaan panjang karena ada sukun. Menurut istilah, mad ‘arid lis-sukun berarti mad yang terjadi apabila ada huruf mad (alif, wau, atau ya) yang berada pada akhir ayat atau terdapat pada wakaf
o   Kata rezeki berarti penghidupan, tiap-tiap yang bermanfaat, segala yang berdaya guna bagi makhluk, berasal dari Allah SWT.
o   Kata peduli berarti memperhatikan atau menghiraukan aeauatu. Kepedulian berarti sikap memperhatikan atau memperhatikan sesuatu. Kata social berarti segala sesuatu mengenai masyarakat atau kemasyarakatan. Dengan demikian, kepedulian social berarti sikap memperhatikan atau menghiraukan urusan orang lain (sesame anggota masyarakat). Kepedulian social yang dimaksud bukanlah untuk mencampuri urusan orang lain, tetapi lebih pada membantu menyelesaikan permaslahan yang dihadapi orang lain dengan tujuan kebaikan dan perdamaian.
o   seorang muslim satu dengan yang lain adalah saudara. Oleh karena itu, seorang muslim tidak boleh menzalimi. Bahkan seorang muslim harus saling membantu.











DAFTAR PUSTAKA

T. Ibrahim Dkk, Pemahaman Al-Qur’an dan Hadits Jilid II untuk Kelas VII MTs, Solo, PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2009.
Zarkasyi, Imam, Pelajaran Ilmu Tajwid, Ponorogo, Trimurti Press Gontor, 1995.
Shihab, M. Quraish, Tafsir Al-Misbah, Jakarta, Lentera Hati, 2006.
Al-Maragi, Ahmad Mustafa, (Penerjemah Bahrun Abu Bakar, Lc), TerjemahTafsir Al-Maragi, Semarang, Toha Putra, 1993.
Qardawi, Yusuf, Hukum Zakat, Bogor, PT. Pustaka Litera AntarNusa, 2001.










[1] T. Ibrahim Dkk, Pemahaman Al-Qur’an dan Hadits Jilid II untuk Kelas VII MTs, (Solo: PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri), h. 1-3
[2] KH. Imam Zarkasyi, Pelajaran Ilmu Tajwid, (Ponorogo: Trimurti Press Gontor, 1995) h. 25

[3] T. Ibrahim Dkk, op. cit., h. 11-18
[4] M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah, (Jakarta: Lentera Hati, 2006) Cet. ke-7, h. 537
[5] Ibid, h. 540
[6] Ahmad Mustafa Al-Maragi (Penerjemah Bahrun Abu Bakar, Lc), TerjemahTafsir Al-Maragi, (Semarang: Toha Putra, 1993) Cet. ke-2, h. 334
[7] T. Ibrahim Dkk, op. cit., h 25-36
[8] DR. Yusuf Qardawi, Hukum Zakat,(Bogor: PT. Pustaka Litera AntarNusa, 2001) Cet. ke-5, h. 513
[9] Ahmad Mustafa Al-Maragi, op. cit., h. 436
[10] T. Ibrahim Dkk, op. cit., h. 41-48
[11] M. Quraish Shihab, op. cit.,h.283-284
 

TUGAS BERSTRUKTUR                                         MATERI PEND. QUR’AN HADITS
DOSEN PENGASUH                                          Drs. SAMDANI, M.A.g




MATERI PENDIDIKAN QUR’AN HADITS PADA MTs KELAS VIII SEMESTER GANJIL












Disusun oleh:

                   SAPRIADI          : NIM. 0701218065
          MUHAMMAD ZA’IM    : NIM. 0701218057
          SENI ADIANOR      : NIM. 0701218067




INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI
FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
BANJARMASIN
2009

2 komentar: